Do'a, Usaha, Nasib dan Takdir




Do'a, Usaha, Nasib dan Takdir

Dalam surat An-Najm ayat 39-40, disebutkan "Dan bahwasanya, seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya, usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya)."

Sebenarnya jerih payah yang telah kita usahakan, akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang kita usahakan. Orang yang mengusahakan kehidupan dunia, maka dia akan mendapatkan dunianya. Orang yang mengusahakan materi kehidupan, dia juga akan mendapatkannya.

Allah swt. tidak membedakan kepada siapa itu akan diberikan, apakah dia orang yang beriman atau bukan, orang baik atau tidak, pejahat sekalipun, akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diusahakannya.

Hasil akhir yang akan didapatkan dari apa yang telah diusahakannya, bukan pencapaian akhir yang diusahakannya, tapi proses dia untuk mencapainya dan untuk apa dia pergunakan. Itulah yang akan dinilai oleh Allah swt.

Dalam setiap do'a yang dipanjatkan oleh manusia, apakah dia itu beriman atau tidak, akan TERDENGAR oleh Allah swt, dan Allah Yang Maha Pemberi akan memutuskan apakah DIA akan mengabulkan atau tidak. Itulah yang disebut dengan nasib atau takdir.

Permasalahannya, kita sering berdo'a tapi belum terkabulkan oleh Allah swt. Ini dikarenakan do'a kita belum TERDENGER DENGAN BAIK. Satu waktu kita berdo'a dengan ketulusan hati, tapi dilain waktu, kita "berdo'a" dengan do'a yang bertentangan dengan apa yang kita panjatkan waktu berdo'a sebelumnya. Sekarang mana yang lebih "TERDENGAR" oleh Allah swt?

Sangat penting menyelaraskan perbuatan kita dengan do'a kita, karena setiap niat atau do'a akan dijawab oleh Allah swt secara langsung, tergantung kita bagaimana merespon jawaban tersebut untuk dapat ditindak lanjuti.

Dalam menggunakan niat atau impian, juga berlaku hal yang sama, karena apa yang kita pikirkan merupakan do'a yang belum terlafalkan, tapi oleh Allah Yang Maha Mendengar langsung memberikan jawaban atas apa yang dipikirkannya.

Untuk Mencapai Impian, kita kita perlu melakukan tahapan-tahapan dalam pencapaiaannya. Tapi perlu diingatkan, yang akan dinilai oleh Allah swt, bukan apa yang telah kita hasilkan, tapi bagaimana proses itu berlalu, apakah sesuai dengan hukum Allah atau tidak, dan dikemanakan hasilnya?

Wassalam,
Syamsul
WSyakinah.com
WSyakinah.blogspot.com