Dear Action Members, Sudah menjadi tujuan bahwa member TDA akan berproses untuk menjadi full TDA. Tapi apakah proses tersebut sudah berjalan pada jalurnya. Banyak pertimbangan untuk menjadikan seseorang full TDA, dan yang pasti kemapanan sebagai karyawan akan terganggu kalau prosesnya langsung menjadi full TDA. Maka jalan tengah yang diambil adalah menjadi ampibi sebelum full TDA. Sekarang permasalahannya, sampai kapan akan menjadi ampibi; satu tahun, dua tahun? Ini tidak mudah untuk dijawab, karena ini menyangkut perencanaan dan kesiapan. Salah satu tolok ukur kesiapan kita untuk menjadi full TDA adalah dengan mengukur penghasilan yang kita dapat setiap bulannya. Katakanlah penghasilan kita sebulan adalah 20 juta dengan perincian gaji sebagai karyawan adalah 16 juta dan penghasilan dari bisnis sampingan adalah 4 juta. Maka rasio penghasilan kita adalah 1:4. Dengan posisi ini, penghasilan kita masih tergantung dari gaji yang kita terima setiap bulannya. Penghasilan dari bisnis sampingan adalah merupakan penghasilan tambahan. Untuk kasus kedua, katakanlah penghasilan sebulan adalah 16 juta, dengan rincian; penghasilan sebagai karyawan adalah 4 juta, dan penghasilan dari bisnis adalah 12 juta, maka rasio penghasilan kita adalah 3:1. Ini sama dengan penghasilan kita sudah terpenuhi dari bisnis yang kita jalani. Gaji hanyalah tambahan yang diterima sebagai kayawan setiap bulannya. Sekarang berapakah rasio penghasilan Anda, apakah sudah cukup aman untuk menjadikan Anda full TDA? Wassalam,
Syamsul
http://www.wsyakinah.com/
http://wsyakinah.blogspot.com/
Rasio Penghasilan
Label: Business Idea, Motivation, TDA
SETIAP ORANG DILAHIRKAN KAYA
Label: Motivation
Saya terinpirasi menulis judul di atas, setelah membaca judul tersebut di blog Franx Budi dengan judul yang sama.
Banyak orang yang menganggap rejekinya terbatas karena sudah ditentukan oleh Tuhan, tapi kalau kita melihat kembali kepada kitab suci, bahwa rejeki seseorang, ditentukan oleh seberapa besar usaha yang dilakukannya untuk mendapatkan rejeki.
Dalam surat An-Najm (53:40-42) disebutkan "dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna, dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu)"
Disini jelas, bahwa rejeki setiap orang telah disiapkan oleh Allah swt, adalah sama. Tapi Allah, tidak memberikan rejeki itu serta merta kepada manusia. Allah memerintahkan kita untuk meng-usaha-kan rejeki yang telah disiapkan untuk kita. Seberapa jauh usaha yang kita lakukan, maka sebesar itu pula Allah menurunkan rejeki untuk kita.
Kalau kita mengibaratkan sebagai karyawan, maka gaji setiap karyawan adalah berbeda, tergantung seberapa besar kontribusinya kepada perusahaan. Seorang karyawan yang telah berusaha dengan maksimal tentu akan mendapatkan gaji yang lebih, demikian sebaliknya, karyawan yang kontribusinya sedikit akan menerima gaji yang sedikit.
Kita tidak bisa mengatakan bahwa bos kita tidak adil karena telah memberikan gaji yang berbeda kepada setiap karyawan. Karena sudah merupakan rule bahwa yang berkontribusi lebih akan mendapatkan hasil lebih.
Demikian juga dengan rejeki Tuhan. Rejeki itu akan diberikan sesuai dengan usaha yang telah dilakukan untuk mendapatkan rejeki tersebut. Kita tidak bisa mengatakan Tuhan itu tidak adil, padahal kita tidak mengusahakan rejeki yang telah disiapkan untuk kita.
Ada yang mengatakan bahwa rejeki itu tergantung dari garis tangan. Tapi apakah sama garus tangan orang yang telah bekerja keras dengan yang bekerja sedikit. Tentu bagi mereka yang telah bekerja keras akan mempunyai garis tangan sebagai pekerja keras, sedangkan bagi yang bekerja sedikit akan mempunyai garis tangan dengan rejeki yang sedikit. Jadi garis tangan bukanlah ukuran rejeki setiap orang, tapi bagaimana dia menggunakan tangannya untuk mendapatkan rejeki dari Tuhan. Kalau kita ingin garis tangan yang baik, maka bekerjalah dengan sungguh-sungguh, maka Anda akan mempunyai garis tangan yang baik.
Dalam film The Secret sebagaimana ditulis di blog Pak Budi, menjelaskan bahwa alam akan menyiapkan segala sesuatu yang telah kita rencanakan. Begitu kita pikirkan, kita tuliskan dan kita ucapkan, maka alam akan bekerja untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk semua rencana yang telah kita lontarkan. Semakin besar usaha kita untuk mempersiapkan rencana kita, makin besar pula alam mempersiapkan segala sesuatunya untuk kita.
Di tulisan saya "Zero Mind Procces", disebutkan bahwa begitu kita memikirkan, menulis dan mengucapkannya, maka otak kita akan menginstall semua rencana kita, dan program ini akan berjalan dengan sendirinya, siang malam, sampai semua rencana yang telah kita rencana terlaksana dengan baik, dan bahkan setelah rencana itu kita hasilkan, otak kita akan men-generate program selanjutnya untuk lebih menyempurnakan rencana-rencana tersebut.
Sesuai dengan ayat di atas, maka jelaslah bahwa rejeki itu, dihasilkan dari apa yang kita usahakan, bukan dari apa yang diturunkan oleh Tuhan. Tuhan hanya memberikan sesuai dengan apa yang kita usahakan.
Wassalam,
Syamsul
WSyakinah, Moslem Collection
Tulisan saya yang lain tentang rejeki:
Anda ingin kaya? ini solusinya...
Member TDA Wajib Punya Blog
Action Members,
Ini beberapa alasannya:
1. Punya blog adalah keharusan saat ini. Mirip dengan punya email.
2. Tulisan-tulisan di milis begitu menarik, sehingga sayang bila tercecer begitu saja. Jalan keluarnya, harus dikumpulkan di dalam sebuah blog.
3. Punya blog bagus untuk personal branding, sekaligus jualan.
4. Punya blog sekaligus beramal. Ada pahalanya. Banyak orang yang terinspirasi dan mengalami perubahan positif dalam hidupnya.
5. Setiap blog member akan saya promosikan di blog saya dan saya buat link-nya. Jadi, bisa lebih cepat dikenal. Blog saya mendapat kurang lebih 500 pengunjung per hari.
6. Blog yang bagus dan aktif akan sering saya ceritakan di blog saya.
7. Lama-lama akan tercipta sebuah komunitas blogger yang spesifik, yaitu bisnis dan pengembangan diri. Ini akan jadi sebuah evolusi di dunia per-blog-an di Indonesia.
8। Dengan blog kita akan mengubah wajah bisnis Indonesia. Kita bisa menyumbangkan sesuatu bagi bangsa. Persis seperti cita-cita Naga Bonar yang baru saya tonton tadi malam.
So, Pak Abduh, Pak Budi Rachmat, Pak Hasan, Pak Agus, dan yang lain-lain yang belum aktif nge-blog, marilah kita warnai dunia maya ini dengan semangat saling berbagi via blog ini, selain di milis।
Terima kasih,
Salam FUUUNtastic!
Bersama TDA Menebar Rahmat
Roni
Member TDA Wajib Punya Blog
Dear Action Members,
Banyak cara untuk menaikkan jumlah pengunjung ke blog atau website kita. Diantaranya adalah dengan mencantumkan alamat blog atau website kita di signature dan bisa juga kita melakukan tukar link dengan teman-teman yang lain.
Website saya, cukup terbantu trafiknya dengan pertukaran link dan salah satu link yang paling banyak refere adalah tangandiatas.com dengan jumlah 28,9%, kemudian disusul blogya Pak Roni 15,3% dan blog saya 10,1%.
Dengan imbal baliknya, blog yang banyak diklik dari website saya adalah blog saya sendiri kemudian disusul oleh blognya Pak Roni, Pak Eko Junedi, Pak Yusef dan Pak Hendra.
Salah satu yang diperlukan agar blog dikunjungi secara rutin adalah melakuka update seara teratur.
Wassalam,
Syamsul
WSyakinah, Moslem Collection
Recehan
Label: Business Idea, TDA
Dear Action Members, Apakah Anda pernah mengumpulkan uang recehan? Atau kalau Anda menerima uang recehan, apakah uang tersebut bermanfaat buat Anda? Ternyata uang recehan bagi setiap orang berbeda. Ada yang menganggap, recehan itu tidak ada artinya, tapi ada juga yang menganggap recehan itu sangat berarti. Bagi pedagang sayur atau pedagang kaki lima, recehan merupakan keuntungan yang diperoleh dari hasil penjualan. Sedangkan bagi pedagang dengan omset miliaran, recehan "mungkin" dianggap sebagai uang yang tidak perlu diperhitungkan. Tapi apakah pernah kita terpikirkan, bahwa keuntungan dengan nilai recehan itu ternyata bisa menghasilkan omset yang cukup lumayan. Anda bisa bayangkan di pasar induk, bagaimana penjualan dengan uang recehan menghasilkan transaksi miliaran setiap hari. Anda bisa lihat, bagaimana nilai tukar rupiah yang hanya terpaut recehan, bisa menghasilkan keuntungan yang besar. Kalau bagi yang telah memiliki keuntungan yang besar, tentu bisa jadi recehan sudah tidak "diperhitungkan". Tapi bagi yang masih mengais keuntungan dengan susah payah, tentu recehan akan diperhitungkan sebagai keuntungan. Bagi sebagian orang yang tidak mensyukuri keuntungan, akan menganggap recehan sebagai keuntungan yang tidak perlu diperhitungkan, bahkan "mungkin", hasil recehan tersebut dibuang demikian saja, tanpa menganggap itu satu kerugian. Janganlah kita mengangap keuntungan recehan sebagai hal yang tidak berarti, tapi cobalah kita kumpulkan dan kelola agar itu menghasilkan keuntungan yang besar. Kita harus bersyukur kepada Yang Maha Pemberi, bahwa kita telah diberikan keuntungan pada hari ini. Wassalam, Syamsul
Pikir Itu Pelita Hati
Label: Journey
Berpikir diberikan kepada manusia adalah untuk alat bagi manusia dalam mencapai kebahagiaan dunia akhirat. Dalam kehidupan manusia, selalu dihadapkan kepada berbagai persoalan, yang mengharuskan manusia itu untuk menggunakan pikirannya untuk menuju keselamatan, kesejahteraan dan kebahagiaan.
Kepercayaan
"Bapak tidak ingin punya anak yang tidak bisa dipercaya" (HART) Ini merupakan kalimat yag diucapkan oleh Bapak saya ketika saya masih kelas 3 SD. Kalimat ini terlontar pada saat saya melakukan satu ketidak jujuran pada waktu saya diberi kepercayaan, dan dari kata-kata ini membuat saya harus menjaga segala sesuatu kepercayaan yang diberikan kepada saya sampai saat ini. Kepercayaan merupakan modal utama setiap orang untuk bisa bersosialisasi dengan orang lain, baik itu di kehidupan masyarakat lingkungan kita dan tentu juga sangat diperlukan daam hubungan bisnis. Dalam dunia pekerjaan dikenal dua hal yang menjadikan orang tersebut dapat dipekerjakan, yaitu; kepercayaan dan kemampuan. Diantara kedua hal tersebut, kepercayaan merupakan poin utama dalam peerimaan karyawan. Karena orang yang punya kemampuan tapi tidak bisa dipercaya, maka orang tersebut tidak bisa diterima sebagai karyawan. Bagaimana dengan hubungan bisnis. Kepercayaan merupakan salah satu hal yang diperlukan. Dalam setiap transaksi yang kita lakukan, diperlukan satu kepercayaan agar hubungan bisnis bisa berjaan dengan baik. Bagaimana dengan Anda, apakah bisa dipercaya? Wassalam, Syamsul
Blogging dari Microsoft Word 2007
Label: Teknologi
Bagi yang sering ngeblok, tentu berbagai cara dilakukan untuk dapat melakukan posting ke blog. Posting bisa dilakukan dengan login ke blog, tapi ada juga dengan menginstall program blog. Microsoft mengeluarkan versi terbarunya Micrososft Word 2007, dimana sekarang dengan Word 2007 kita sudah bisa ngeblog tanpa harus login atau install program apapun. Peakaiannya sangat praktis, kita tinggal ketik materi yang akan di posting, kemudian lakukan upload ke blogsite untuk menampilkan blog yang baru kita tulis. Berikut ini cara setup blog dari Word 2007: Pada layar word akan ditampilkan dua baris, baris pertama ini menuliskan judul dan barus kedua untuk menulis blog yang ingin ditulis. Jika blog telah selesai ditulis, maka klik Publish, maka tulisan Anda sudah ditampilkan di blog Anda.
Zero Mind Process
Label: Motivation, TDA
Dalam merencanakan sesuatu, maka perlu kita memikirkannya dengan baik, kemudian menuliskannya dalam agenda kita dan terakhir mengucapkannya dalam ucapan kita. Begitu rencana yang telah kita pikirkan, kita tuliskan dan ucapkan maka dengan segera otak kita meng-install semua rencana yang telah kita susun. Sang otak akan bekerja siang malam tanpa henti dan tanpa instruksi dari kita untuk mempersiapkan rencana yang telah kita susun. Sekali program ini ter-instal, maka program akan tersimpan parmanen, tidak bisa di hapus, dan otak kita akan terus mengolah rencana-rencana yang telah kita buat. Otak ini hanya akan berhenti bekerja pada saat kita mengadapkan diri kepada Sang Maha Pencipta dan Maha Kuasa.
Untuk menghadap kepada Sang Khalik, maka kita akan melakukan "Zero Mind Process", yang akan me-NOL-kan pikiran kita hanya untuk menghadap kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kita memohon kepada-Nya untuk dimudahkan dalam segala rencana kita bagaimana kita harus menghadapi orang yang akan kita temui, agar kita dimudahkan dalam penyampaian, dimudahkan dalam penerimaan, dan dimudahkan bagi orang untuk mengerti apa yang kita ucapkan dan kita inginkan.
Dalam pencapaian keberhasilan dunia, orang banyak melupakan tujuan akhir kita di akhirat. Kita hanya terfokus di dunia dan lupa dengan akhirat. Ini banyak kita temui dalam kehidupan kita sehari-hari, bagaimana orang mendapatkan rejeki dengan cara yang tidak patut dan mendzalimi orang lain. Dalam buku "SENTUHAN KALBU" (bisa dilihat di http://www.wsyakiah.com/), disebutkan, bahwa kita ibaratkan seorang penyelam mutiara, yang ditugaskan oleh Sang Maha Pencipta untuk mencari mutiara didasar laut. Kita diberi perbekalan nafas berupa tabung oksigen yang bisa dipergunakan untuk jangka waktu yang ditentukan, dan kita sudah mempunyai komitmen untuk dapat mencari kerang mutiara sebanyak-banyaknya.
Tapi apa yang terjadi, begitu kita sampai dipermukaan laut, kita sudah terlena dengan keindahan alam bawah laut, kita lupa dengan tugas utama kita yang sesungguhnya. Kita betah berlama-lama dengan keindahan laut, padahal jatah oksigen kita makin lama makin tipis, sehingga pada satu waktu dimana jatah oksogen kita sudah hampir habis, baru kita sadar akan tugas utama yang belum kita laksanakan. Dengan waktu yang tersisa sedikit, kita terpaksa terburu-buru untuk mencari kerang mutiara. Dengan waktu yang sidikit itu, kita hanya mendapatkan kerang seadanya dengan kualitas seadanya dan bahkan ada yang tercecer karena keterburuan kita untuk mendapatkannya.
Bisa dibayangkan dengan hasil yang seadanya, bahkan tidak memenuhi syarat, kita menghadap Sang Khalik. Sebagai Pemilik yang telah memberikan tugas kepada kita, tapi tidak kita kerjakanan dengan baik, maka kita akan mendapatkan ganjaran yang setimpal dengan apa yang kita dapatkan. Kalau ibaratkan seorang yang mendapat tugas dari juragannya, dengan hasil yang minim, maka kita tentu akan dipecat dari karyawan dan mungkin malah tanpa pesangon.