Assalamu'alaikum wr.wb.
Lancar kaji karena diulang.
Lancar ngaji karena sering dibaca.
Apakah Anda semua sudah bisa ngaji?
Mari kita sama-sama belajar ngaji.
Silakan play icon Belajar Ngaji yang ada di sebelah kanan.
Wassalam,
Syamsul
Belajar Ngaji Yok!
Label: Mengaji
Product yang Dibutuhkan Orang
Label: Motivation
Anda yang ingin punya buka bisnis?
Bisnis apa yang cocok untuk Anda saat ini?
Ini salah satu tip yang diberikan oleh Mario Teguh dalam acara Super Talk beberapa waktu yang lalu.
Silakan dengarkan tip di bawah ini, dengan klik tombol play.
Wassalam,
Syamsul
Mencapai Impian
Label: Motivation
Mencapai Impian
Apakah Anda punya impian?
Apakah impian Anda?
Impian adalah suatu keinginan yang ingin dicapai dari setiap orang untuk mendapatan satu kepuasan dalam diri. Impian itu, bisa berupa materi ataupun non materi. Impian itu bisa didapatkan dalam jangka waktu singkat, tapi bisa juga memerlukan waktu yang panjang.
Waktu masih anak-anak, kita punya impian yang disebut dengan cita-cita. Cita-cita yang dinginkan dimasa kanak-kanak, adalah merupakan impian yang ingin dicapai bila telah melewati masa-masa tertentu atau usia, dan biasanya cita-cita ini dicanangkan untuk bisa dicapai bila sudah dewasa.
Bagi orang dewasa, impian merupakan satu pencapaian target yang ingin dihasilkan dalam masa yang lebih singkat. Targetnya bisa berupa pencapaian materi, usaha, personality dan sebagainya.
Impian adalah puncak gunung yang diciptakan dari impian kita. Setiap orang akan menciptakan impiannya yang sekaligus merupakan gunung yang akan didaki sampai kepuncaknya. Untuk mencapai puncak gunung tersebut, dibutuhkan pengetahuan, perjuangan dan kerja keras.
Diperlukan persiapan yang baik, jika ingin melakukan pendakian, dan persiapan ini bisa dalam bentuk persiapan pisik, maupun persiapan mental dan spritual. Orang tidak akan bisa mencapai impiannya, jika tidak dipersiapkan dengan persiapan yang baik
Dalam perjalanan untuk mencapai impian, ada waktu-waktu tertentu yang membuat kita capek, jenuh, bosan, yang terkadang menurunkan semangat kita untuk mencapai impian tersebut. Maka untuk menjaga stamina kita, maka diperlukan waktu istirahat sebelum meneruskan pendakian.
Dalam masa-masa istirahat ini, kita pergunakan untuk "me-mamahbiak-kan" perjalanan yang telah kita lalui, dan sekaligus merencanakan langkah-langkah berikutnya. Kita tidak boleh berlama-lama, karena itu akan menurunkan semangat kita dan bahkan bisa kita menjadi "lupa" akan impian kita.
Impian itu merupakan cita-cita yang diberi batas tenggat waktu untuk mencapainya. Maka targetkan waktu pencapaiannya. Makin singkat waktu yang dibutuhkan, makin cepat impian tersebut dicapai, dan itu semua tergantung dari perencanaan kita.
Untuk mencapai impian kita, diperlukan kerja keras dengan bayangan impian besar yang telah kita canangkan. Dengan kerja keras, akan dihasilkan pencapaian impian yang maksimal. Kalau kita mengusahakan impian dengan setengah hati, maka sulit bagi kita untuk mendapatkan impian tersebut.
Bagi sebagian orang yang tidak punya impian, tapi dengan usaha kerja kerasnya seperti orang yang punya impian yang besar, juga akan menghasilkan impian yang dia canangkan kemudian.
Tiga langkah yang dibutuhkan untuk mencapai impian besar kita:
1. Tetapkan dan tuliskan impian dengan jelas.
Buatlah daftar impian-impian kita. Bayangkan impian yang inginkan dalam bentuk yang jelas dan spesifik. Ini diperlukan untuk mempermudahkan kita untuk merealisasika impian tersebut. Impian yang kabur dan tidak jelas akan mempersulit kita dalam menyusun tahapan pencapaiannya, dan bisa jadi impian tersebut tidak bisa dicapai karena tidak jelasnya impian.
2. Jadikan itu sebagai hal yang penting.
Kita tidak bisa menjadikan impian itu sebagia hal yang tidak prioritas, tapi jadikan itu sebagai hal yang penting dan prioritas utama yang harus diselesaikan. Kita tidak boleh bernegosiasi dengan impian, tapi paksakan agar bisa terwujud.
3. Tetapkan langkah-langkah untuk mencapai impian.
Disini perlu proses membayangkan langkah-langkah yang akan dilakukan. Buatlah langkah apa saja yang akan kita jalankan, tentukan jadwalnya dengan tahapan-tahapan kecil. Setiap tahapan, tentukan target waktu untuk menyelesaikannya.
4. Tentukan batas waktu untuk mencapai impian.Akhir dari semua tahapan di atas, adalah impian besar kita. Tentukan batas waktu untuk mencapai impian besar tersebut. Dengan batas waktu itu, kita bisa mengukur keberhasilan dalam mencapai impian besar kita.
Apakah Anda punya impian?
Berapa lama impian Anda bisa terwujud?
Wassalam,
Syamsul
http://www.wsyakinah.com/
http://wsyakinah.blogspot.com/
Yang Sepadan:
BEDA IMPIAN DAN LAMUNAN...
7 Langkah Mencapai Sukses
Gagal Adalah Cara Untuk Berhasil
Label: Motivation
Setiap orang ingin bisa berhasil. Tapi apakah setiap orang akan gagal?
Dalam mencapai keberhasilan, kita sering dihadapkan dengan kegagalan. Tapi pertanyaannya, apakah kegagalan itu memang kegagalan buat kita?
Orang-orang yang berhasil dalam hidupnya, adalah orang yang sering gagal, tapi kegagalan itu bukan menyurutkan tekad mereka untuk mencapai keberhasilan. Kegagalan hanyalah cara untuk memperbaiki kesalahan yang telah kita buat. Dengan tahu kesalahan kita, maka kita akan tahu cara yang benar untuk mencapai keberhasilan.
Banyak orang yang ingin berhasil, akan tetapi berhenti begitu menemukan kegagalan, padahal banyak orang yang berhasil yang membuat mereka berhasil setelah mereka sering gagal.
Sekarang, apakah kita siap untuk menerima kegagalan demi kegagalan?
Orang yang disebut berhasil, bila mereka gagal, maka segera mengambi action untuk memperbaiki kegagalannya, ibaratakan orang yang jatuh, mereka tidak akan berlama-lama di posisi terlentang, tapi mereka langsung berdiri lagi untuk melakukan action berikutnya.
Anda jangan takut gagal, karena gagal itu hanya cara untuk tahu menuju keberhasilan.
[Respon] Saya Harus Mengatakan Ini Tentang "The Secret"
Wa'alaikumsalam wr।wb.
Dalam sejarah alam semesta, manusia selalu berproses untuk mencapai kesempurnaan, baik dalam kehidupan dunia maupun untuk kehidupan akhirat। Dalam proses penyempurnaan itu, manusia akan mencari berbagai cara untuk menemukan metoda atau teori yang akan menghantarkan manusia kepada kesempurnaan yang hakiki.
Disetiap pemikiran manusia akan mengacu kepada satu konsep Yang SATU, apakah itu dia seorang Muslim atau bukan, apakah dia jujur atau bukan, apakah dia orang baik atau bukan. Karena pada dasarnya, manusia itu fitrah, yang selalu mencari kebenaran, tapi dikarenakan dunia yang fana-lah yang telah menjadikan manusia itu menjadikan dia beriman, atau tidak.
The Secret, merupakan salah satu hasil pemikiran manusia untuk mecapai kesempurnaan tesebut। Dan itu merupakan hasil pemikiran manusia untuk mencapai Yang Satu. Padahal apa yang diutarakan The Secret merupakan salah satu rahasia Allah swt. Sebagai Yang Maha Merencanakan.
Alam ini diciptakan oleh Allah swt। Dengan aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan-Nya, dan itu semua diberikan kepada manusia untuk sarana mencapai kesempurnaan. Tapi semua itu tidak diberikan serta merta demikian saja, tapi Allah memerintahkan kita untuk mencari dan mencari. Dari proses pencarian itu, manusia akan menemukan The Secret yang telah Allah rancang sebelum manusia ini diciptakan.
Dalam surat An-Najm (53:39) disebutkan : "dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya।"
Dari ayat tersebut di atas, jelas disebutkan, bahwa segala sesuatu yang telah disiapkan oleh Alah swt. Akan bisa dicapai oleh manusia, hanya kalau manusia itu mau berusaha dan ber-ikhtiar. Setiap manusia, apakah dia seorag muslim atau bukan, baik atau tidak, semua akan memperoleh apa yang diusahakannya. Persoalan bagaimana memperoleh dan menggunakannya, itu yang menjadi penilaian seorang disebut bertaqwa atau bukan
Bagi manusia yang bertaqwa akan mengacu semua pemikirannya kepada Alah swt। Sehingga apa yang diutarakannya akan berdasarkan kepada Al-Qur'an dan Hadist. Bagi mereka yang bukan muslim, tentu akan mendasarkan pemikiran mereka dengan apa yang mereka anut dan mereka percayai.
The Secret, adalah satu hasil pencarian manusia tentang hukum-hukum Allah, yang selama ini menjadi rahasia Allah (The Secret)। Mereka yang telah merampungkan film The Secret adalah orang yang non Muslim, tentu akan mengutarakan fenomena ini sesuai dengan pemahaman dan keyakinan mereka, sehingga kia sebagai muslim dalam menonton film atau informasi harus dilandasi dengan keimanan kita, sehingga apa yang kita terima dari penyampaian ini tidak boleh di terima secara mentah, tapi kita filter, mana yang sesuai dengan keimanan kita, mana yang bukan.
Wassalam,
Syamsul WSyakinah,
Moslem Collection
http://www.WSyakinah.com/ http://WSyakinah.blogspot.com/
"Kepercayaan ibaratkan selembar kacayang dititipan kepada kita untuk dijagaagar tidak tergores atau pecah। Satugoresan apalagi pecah akan merusakkepercayaan itu।"(Syamsul)
Saya Harus Mengatakan Ini Tentang "The Secret"
Assalamu'alaikum wr।wb.
Fenomena "The Secret" dan "The Law of Attraction" telah membombardir kita akhir-akhir ini. Kita bisa melihat bagaimana belakangan ini masyarakat kita (yang sebagian besarnya adalah ummat muslim, khususnya yang sedang berusaha, berupaya, dan mencoba mensejahterakan dirinya, menggapai kesuksesan, kejayaan, dan kebahagiaan di dunia) berbondong-bondong dan beramai-ramai menonton, saling sharing, dan saling diskusi tentangnya.
Bisa jadi, Anda telah menontonnya dan mulai mengidolakannya। Harus diakui, bahwa content dari "The Secret" dan "The Law of Attraction" memang memukau। Terlebih lagi, semua pribadi yang menyampaikan testimoni dan ajarannya di dalam film itu dan mereka yang mengusung konsep "The Law of Attraction", adalah pribadi-pribadi yang sekarang tengah menjadi idola di berbagai belahan dunia.
Sebagai muslim yang juga menontonnya, saya menemukan adanya sebagian dari nilai-nilai kebenaran dalam berbagai ungkapan dari setiap pribadi di dalam film itu. Di antara nilai-nilai kebenaran itu adalah bahwa ikhlas, syukur, sabar, tawakkal, dan positive thinking adalah modal utama terbesar setiap manusia untuk hidup sukses di dunia.
Semua nilai kebenaran itu telah ada di dalam Al-Quran dan Al-Hadith sebagai pedoman hidup setiap muslim.
Selebihnya, isi dan orientasi film "The Secret" dan "The Law of Attraction" tentang pencapaian kesejahteraan dan kebahagiaan hidup di dunia, dalam pandangan saya perlu mendapat pelurusan sesuai akidah seorang muslim.
Anda mungkin akan menganggap saya bodoh, pandir, sok tahu, dan sok mengerti. Saya memang bodoh, tapi saya tetap perlu menetapkan pendirian dan pandangan saya sebagai seorang muslim dengan akidah seorang muslim.
Pandangan dan pendirian saya ini tidak didasarkan pada reaksi yang muncul, atau dikarenakan adanya pernyataan tertentu dari pihak tertentu yang ditujukan kepada saya. Semua ini adalah inisiatif saya pribadi selaku seorang muslim yang sudah sepantasnya saling memberi nasehat dan peringatan kepada sesama muslim lainnya.
Pahamilah dan pertimbangkanlah pandangan dan pendirian saya sebelum atau sesudah Anda menonton dan mengidolakan "The Secret" dan "The Law of Attraction". Berpikirlah terbuka dan lihatlah segala sesuatunya tidak dalam perspektif perpecahan.
1। Fenomena paling berbahaya bagi setiap muslim adalah humanisme. Islam adalah humanis, akan tetapi tidak seperti humanisme yang kini dikenal di dalam dunia modern. Humanisme modern berfokus pada dua hal:
- Jika berbicara tentang manusia, maka yang dimaksud adalah periode hidup manusia sejak 1) lahir sampai 2) mati।- Jika berbicara tentang wilayah, maka yang dimaksud adalah teritori antara bumi dan langit saja (universe).
Menurut pandangan seorang muslim, apa yang benar adalah:
- Jika berbicara tentang manusia, maka yang dimaksud adalah periode hidup manusia sejak 1) sebelum lahir, 2) lahir, 3) mati, dan 4) hidup sesudah mati।- Jika berbicara tentang wilayah, maka yang dimaksud adalah teritori antara bumi, langit, dan di atas langit, alias dunia dan akhirat sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
Film "The Secret" dan "The Law of Attraction", adalah produk humanisme modern yang sebagiannya mengandung kebenaran, dan sebagiannya lagi jauh dari kebenaran menurut kacamata akidah Islam।
2। Jika Anda memang ingin menonton "The Secret", mulailah dengan pemahaman bahwa "Allah SWT adalah sesuai prasangka hamba-Nya". Tentang itulah sebenarnya "The Secret", hanya saja film itu memang tidak ditujukan secara khusus untuk ummat muslim. Dengan starting point ini, selanjutnya Anda diharapkan menonton "The Secret" dengan menjaga amannya akidah Anda dan dengan kemampuan filtrasi yang seakurat mungkin.
3। Sebelum Anda menonton dan terlanjur mengidolakan "The Secret", saya anjurkan Anda menonton terlebih dahulu "The Illusion of Matter" dari Harun Yahya. Intinya, adalah tentang fenomena dunia yang maya dan fana, dan tentang mind atau akal dan pikiran manusia.
4। Sesuai poin nomor 1 di atas, di dalam "The Secret" banyak disebut jargon "universe" di mana hukum ketertarikan ("The Law of Attraction") mengajarkan bahwa manusia perlu "meminta pada universe", maka semua yang diminta akan datang kepadanya. Bahkan, diajarkan juga bahwa untuk memperoleh sesuatu di dunia, "perintahlah universe" maka seluruh alam semesta akan bahu-membahu memenuhi titah Anda.
Dalam pandangan seorang muslim, apa yang benar adalah "berdoa kepada Allah SWT sebagai pencipta universe" maka (niscaya) Allah SWT akan mengabulkannya (diperkenankan-Nya)। Alam semesta dalam hal ini, akan menjalankan perintah-Nya sesuai sunatullah dalam mengabulkan doa itu. Di antaranya adalah dengan mekanisme "rizki dari arah yang tidak disangka-sangka".
Kemudian, jauh dari "memerintah universe", doa seorang muslim adalah doa seorang hamba yang hina dina, yang memohon dengan segala kerendahan sebagai makhluk kepada Allah SWT sebagai penciptanya dan pencipta "universe"।
5. Singkirkan dan lupakan isi film "The Secret" yang berkaitan dengan "Aladdin dan Jinnya".
6। Waspadai pandangan dan ajaran dari pakar dan konsultan Feng Shui dan aliran sejenisnya yang ada di dalam film "The Secret".
7। Secara umum, waspadailah berbagai konsepsi dan pemikiran yang menyimpang dari akidah Islam.
Demikian sekelumit pandangan dan pendirian saya sebagai seorang muslim, berkaitan dengan fenomena film "The Secret" dan "The Law of Attraction" yang akhir-akhir ini begitu merasuki masyarakat kita termasuk ummat muslim।
Saya yakin, masih ada banyak hal yang perlu mendapatkan pelurusan berkaitan dengan fenomena "The Secret" dan "The Law of Attraction" ini। Anda yang dai, murobbi, ustadz, dan ulama, tentulah lebih mengerti dari pada saya.
Anda juga mungkin sudah sangat memahami semua fenomena yang berkemungkinan mencemarkan akidah di atas। Namun demikian, kita juga perlu mengingat tentang sebagian dari saudara kita sesama muslim, yang sangat mungkin masih menelan fenomena "The Secret" dan "The Law of Attraction" bulat-bulat tanpa filtrasi.
Saya menonton "The Secret" dan menyelami "The Law of Attraction", hanya sebagai bagian dari proses pembelajaran, khusus untuk ilmu duniawi dan sebagai upaya untuk memetik inspirasi।
Saya mengangkat isu tentang "The Secret" dan "The Law of Attraction" di berbagai milis dan di blog saya sendiri, dalam berbagai artikel dan ulasan, sebagai bagian dari upaya untuk mencoba menyampaikan pesan tentang betapa pentingnya berbagai ilmu dunia (tentang harta, kekayaan, kekuasaan, kejayaan, kesejahteraan, pencapaian, pembangunan, dan kesuksesan di dunia) yang juga perlu dipelajari dan diambil berbagai hikmahnya, dengan syarat: MUTLAK HARUS tetap sejalan dan sesuai dengan akidah Islam। Tidak ada tawar-menawar dalam hal ini.
Saya menyukai "The Secret", saya juga meyakini "The Law of Attraction" dalam konteks yang islami। Mengapa "The Secret" dan "The Law of Attraction"? Karena di dalamnya ada terkandung berbagai peluang dan kemungkinan bagi ummat muslim untuk ikut menjadi sukses dan berjaya di dunia selain di akhirat. Namun pada saat yang sama, saya juga adalah seorang muslim yang harus mempertahankan akidah sampai mati.
Di satu sisi, saya melihat adanya hal-hal yang terlupakan oleh ummat muslim tentang perlunya berjaya di dunia selain di akhirat, dan di sisi yang lain saya juga menemukan berbagai gejala yang menurut saya amat berbahaya dan cenderung dapat mencemarkan akidah seorang muslim। Untuk inilah, saya mengemukakan wanti-wanti, peringatan, pandangan, pendirian, dan klarifikasi saya di sini.
Jika Anda memang tetap ingin menonton film "The Secret", sebagai langkah pembelajaran mengenai kesuksesan duniawi, waspadailah berbagai gejala dan fenomena sebagaimana yang saya ungkapkan di atas। Waspadalah dan berhati-hatilah. Jagalah akidah Anda.
Lebih dari itu, jika Anda mengkhawatirkan tentang tercemarnya akidah Anda sebagai seorang mukmin dan muslim, tak usahlah Anda menontonnya। Cukuplah Al-Quran dan Al-Hadith saja sebagai sumber inspirasi Anda. Semua tentang "The Secret" dan semua tentang "The Law of Attraction" sudah ada di sana. Sekali lagi, semuanya.
Apa yang perlu Anda lakukan, hanyalah mengaplikasikannya dalam konteks khalifah di dunia sebaik mungkin, agar ummat muslim dapat tampil sebagai ummat yang maju dalam ekonomi, sosial, politik, dan budaya, yang berperadaban tinggi dan tidak tertinggal dari ummat lainnya dalam berbagai urusan di dunia।
Semoga apa yang saya sampaikan bisa mengantarkan hikmah tentang perlunya kemajuan bagi ummat muslim di dalam berbagai bidang ilmu dan pencapaian di dunia (sekaligus di akhirat), namun pada saat yang sama ummat muslim tidak menjadi ummat yang terdominasi oleh berbagai ilmu duniawi yang digulirkan - dengan disengaja atau tidak dengan disengaja, tidak sesuai dengan akidah Islam।
Dengan segala kerendahan hati, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada pihak yang tersentil dengan semua pandangan dan pendirian saya ini। Bagi penganut agama dan keyakinan lain, percayalah bahwa ulasan ini tidak untuk menciptakan permusuhan atau perpecahan. Pahamilah bahwa semua ini hanyalah upaya untuk saling mengingatkan di antara sesama saudara seiman. Itu saja. Saya menerima berbagai pelurusan jika ada berbagai hal yang perlu diluruskan di dalam kebodohan saya. Saya memohon ampun kepada Allah SWT jika saya melakukan kesalahan dan kekhilafan berkaitan dengan tulisan ini.
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Ikhwan SopaTrainer E।D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com/
Kebahagiaan adalah Tujuan Kita
Label: Motivation, TDA
Wah, si Anu sudah sukses sekarang. Dia baru beli mobil BMW...
Si Anu juga sukses. Dia baru dapat orderan ekspor 10 miliar...
Si Anu enak sekarang ya। Tinggal tanda tangan doang, dapat duit...
Anda sering mendengar atau berkomentar seperti di atas?
Wajar ya. Saya sendiri sering kok berkomentar seperti itu.
Komentar seperti itu adalah komentar refleks, karena mindset kitamengenai sukses itu adalah seperti itu: kaya, punya mobil mewah, rumahmewah, istri cantik, anak-anak yang hebat, jabatan yang menggiurkan,gelar yang mentereng dan sebagainya।
Pertanyaannya, kenapa semua kriteria sukses itu selalu dilekatkandengan benda atau materi?
Menurut Ustadz Hudzaifah saat pengajian TDA Qolbun Salim ke 4, Ahad 3Juni lalu, sebenarnya yang dicari manusia bukanlah benda-benda itu।
Yang kita cari sesungguhnya adalah: KEBAHAGIAAN.
Kita semua berpikir jika semua benda itu telah dimiliki, bahagia akan datang.
Kenapa orang korupsi? Kenapa orang menghalalkan segala cara untukmencapai tujuannya?
Ya, sebenarnya mereka mencari "bahagia" dengan cara-cara itu।
Tapi, hei, jangan salah. Apakah ada jaminan setelah itu semua didapat,bahagia akan dirasakan?
Siapa yang jamin?
"Jangan kaitkan kebahagiaan dengan materi", ujar Ustadz yangberceramah setiap Selasa jam 05.30 di Radio Trijaya ini.
"Kebahagiaan itu sebenarnya sudah ada dalam diri kita. Built in. Saat ini juga"
"Kebahagiaan itu tidak bersyarat। Jangan kaitkan kebahagiaan kitadengan apa pun, kecuali kedekatan kita dengan sang pencipta".
Ustadz Hud juga mengutip 7 kriteria sukses menurut Zig Ziglar, yaitu:1. Bahagia2. Sehat3. Keluarga harmonis4. Harta5. Punya relasi6. Keamanan (safety)7. Punya harapan
Lihat, Zig Ziglar menempatkan kebahagiaan di nomor satu। Harta malahdi nomor 4.
Buat apa banyak harta kalau keluarga berantakan?
Buat apa punya mobil mewah tapi sakit-sakitan?
Buat apa kalau punya duit miliaran tapi nggak bisa tidur takutdidatangi aparat KPK?
Yang penting kita harus bahagia dengan kondisi kita saat ini। Ini bisadimulai SEKARANG juga. Tanpa syarat.
"Yakinlah, kekayaan itu ada dalam diri kita sendiri, yaitu hati danpikiran. Itulah tambang emas kita", lanjut Ustad yang tengah menulisbuku berjudul Successful Mukmin In Life (SMILE) ini.
"Selain itu, jangan lupakan sukses jangka panjang, yaitu diampunidosa-dosa kita, dijauhkan dari siksa neraka, mendapatkan surga danbertemu dengan Allah SWT", lanjutnya menutup ceramah yang dihadirilebih dari 90 member TDA di kediaman H। Ali ini.
Ada 3 kunci untuk mencapai kebahagiaan, tulis Arvan Pradiansyah dalambuku terlarisnya; Life is Beautiful:
1। Rela memaafkan. Coba renungkan kata "Subhanallah". Allahlah yangMaha Suci, sementara manusia adalah tempat kesalahan dan kealpaan.Kesempurnaan manusia justru terletak pada ketidaksempurnaannya.Sebagian permasalahan hidup kita bersumber dari ketidakmampuan kitauntuk memaafkan orang lain, kata dokter Gerard Jamponsky.
2। Bersyukur. Orang yang bahagia selalu mengucapkan Alhamdulillahdalam situasi apa pun. Orang yang bersyukur tidak tergganggu denganapa yang ada di luar karena dia selalu menerima apa saja yangdihadapi.
3। Tidak membesar-besarkan hal-hal yang kecil."Allahu Akbar", hanyaAllahlah yang Maha Besar. Semuanya kecil, termasuk masalah-masalahyang kita hadapi setiap hari itu. Kebanyakan hal-hal yang kitapusingkan itu adalah masalah-masalah kecil yang tidak lama kemudiansudah kita lupakan.
Salam FUUUNtastic!
Wassalam,
Roni