Ijab Kabul Jual Beli
"Bajunya saya beli ya pak..."
"Iya bu. saya jual..."
"Sepatunya saya jual ya..."
"Ya... sepatunya saya beli.."
Ini merupakan ijab kabul yang biasa dilakukan antara penjual atau pembeli, di kota Padang Sidimpuan, Sumatera Utara.
Sudah menjadi satu kebiasaan dikalangan masyarakat tersebut, bahwa proses jual beli yang mereka lakukan disertai dengan ucapan ijab kabul. Ini adalah untuk menyatakan bahwa transaksi jual beli sudah dilakukan atas dasar kesepakatan kedua belah pihak.
Ijab kabul ini sudah jarang atau mungkin tidak kita temukan lagi, terutama dikota-kota besar seperti Jakarta. Dimana semua orang ingin yang praktis; pilih barang yang diinginkan dan bayar, tanpa satu kemunikasi atau bahkan mengucapkan sepatah katapun tidak.
Kalau kita maknai ijab kabul ini dalam kontek jual beli, sangatlah membawa satu nilai tersendiri bagi penjual maupun pembeli, karena dengan ijab kabul yang dilakukan terjadi satu proses komunikasi yang lebih membawa kepada kedekatan antara penjual dan pembeli. Selain itu juga, dengan ijab kabul ini akan memberikan satu kepercayaan kepada pembeli bahwa barang yang telah dibelinya sudah sudah sah menjadi miliknya.
Dalam beberapa transaksi tertentu, ada juga sebenarnya ijab kabul antara penjual dan pembeli, biasaya jual beli dilakulan dengan ikatan atau kontrak. Tapi pada umumnya ini hanya bersifat formalitas saja. Padahal kalau kita lihat ijab kabul seperti di atas adalah ijab kabul yang didasarkan kepada satu keterikatan yang dalam antara penjual dan pembeli.
Apakah ijab kabul ini masih relavan untuk dilakukan dengan gaya hidup masyarakat yang serba ingin praktis ini?
Untuk memberikan nilai lebih dan penghargaan serta terima kasih kita kepada pembeli, maka lakukanlah ijab kabul setiap kali kita melakukan transaksi jual beli.
Wassalam,
Syamsul
Padanan:
Baca juga Jual Beli
Ijab Kabul Jual Beli
Label: Business Idea
Kepercayaan Dan Selembar Kaca
Label: Kejujuran, Motivation
Seorang sahabat saya seminggu yang lalu, harus mendekam dalam penjara. Pasalnya dia melakukan satu kesalahan yang sangat fatal dalam hidupnya, yaitu mencuri.
Selama ini dia dikenal orang yang rajin, suka kerja keras, bahkan suka lembur, hanya untuk mendapatkan sesuap nasi bagi kehidupan keluarganya di kampung.
Dia yang dikenal sangat santun dan JUJUR, maka oleh perusahaan, dia diberikan kepercayaan yang hanya diberikan kepada beberapa orang saja. Dalam beberapa tahun kepercayaan diberikan kepadanya, maka selama itu dia dapat memperlihakan prestasinya sebagai orang yang sangat bisa dipercaya.
Beberapa hari yang lalu dia harus mendekam dalam penjara hanya karena melakukan satu kesalahan, yaitu melakukan satu tindakan yang selama ini tidak pernah disangkakan orang akan diperbuatnya, yaitu; mencuri.
Manusia dilahirkan dengan satu sifat kejujuran, dimana ini merupakan modal awal seorang untuk bisa hidup. Seorang yang mempunyai sifat yang jujur, akan memberikan kemudahan baginya untuk bisa hidup, bagaimana dia bisa dihargai oleh orang lain, bagaimana dia bisa dipercaya oleh orang lain.
Dengan kejujuran, kita bisa mencapai kehidupan yang sangat cemerlang dalam keseharian.
Kejujuran juga dapat membahagiakan orang-orang yang kita kasihi. Bagaimana seorang anak balita, dengan kejujuran dan kepolosannya telah memberikan rasa bahagia bagi orang-orang sekitarnya.
Kejujuran juga bisa memberikan ketenangan bagi orang disekitar kita, karena dengan kejujuran yang kita miliki, orang bisa memberikan kepercayaannya kepada kita, dia bisa memberikan sesuatu yang mungkin tidak kita duga, yang kesemua itu akan memberikan nilai lebih untuk kita.
Kujujuran bisa menjadikan kita sebagai orang terhormat, bisa juga menjadi orang pesakitan.
Kejujuran itu tidak bisa diraih haya dalam waktu yang singkat, tapi harus diperjuangkan dalam waktu yang lama, karena satu kesalahan yang kita perbuat akan menghancurkan kepercayaan yang telah kita terima selama ini. Sekali kepercayaan itu rusak maka bisa jadi kepercayaan itu akan hilang selamanya.
Kalau kita lihat quote di atas, maka kepercayaan ibaratkan selembar kaca yang dititipkan kepada kita. Bagaimana kita bisa merawat kaca yang telah dipercayakan kepada kita, kebersihannya harus kita jaga, jangan sampai kotor, tergores apalagi pecah. Karena satu goresan yang kita lakukan akan memberikan goresan yang tidak mungkin untuk dihapus dengan cara apapun.
Bagi orang yag telah memberikan kepercayaan itu, hanya dua pilihan baginya, tetap memberikan kepercayaan itu kepada kita dengan goresan yang kita perbuat atau menariknya kembali dari kita.
Lembaran kaca yang ditarik dikarenakan goresan yang kita perbuat, maka ada dua hal akan dilakukan oleh pemiliknya, disimpan atau dihancurkan.
Setelah dihancurkan, dikemanakan pecahana kaca tersebut?
Pecahan kaca yang telah hancur berkeping-keping, dengan butiran kaca yang halus, dan juga pecahan yang panjang dan tajam, akan dikumpulkan dan dimasukkan kedalam hati untuk disimpan selama hayat dikandung badan.
Maka selama kita hidup, maka selama itu kepercayaan yang telah kita perbuat akan ada dalam hati orang-orang yang telah memberikan kepercayaannya kepada kita. Selama itu kehormatan kita akan ditentukan oleh apa yang telah kita perbuat dengan kepercayaan yang telah kita terima selama ini.
Untuk menjadikan kita sebagai orang terhormat, adalah menjadikan kita sebagai Orang Yang Dipercaya, karena dengan demikian maka kehormatan kita akan diuji sampai kapan kehormatan yang diberikan kepada kita bisa kita pertahankan.
Sekarang apakah Anda merupakan orang yang dipercaya dan mendapatkan Kepercayaan dari orang-orang disektar Anda?
Wassalam,
Syamsul
Note: Ikuti Kontes Juli 2007: Bikin Quote Sendiri yang diselenggarakan oleh Jennie S.Bev.
Sahabatmu
Label: Motivation
Ketika bintangmu terbenam.
Sahabatmu tidak akan menyesatkanmu,
karena dia tidak mengikuti hawa nafsunya.
Ucapannya tiada lain petunjuk untukmu.
Yang diajarkan oleh Yag Maha Kuat.
Maka gunakanlah akal dan kalbumu.
Dia akan menampakkan diri dengan rupa yang asli.
Padahal dia masih berada ditempat yang jauh.
Kemudian dia mendekat,
Dan bertambah dekat.
Sampai sedemikian dekatnya.
Lalu dia memberimu petunjuk.
Maka apakah kamu akan membantahnya?
Sesungguhnya sahabatmu itu melihatnya pada waktu yang lain.
Yaitu di tempat yang jauh.
Di dekatnya ada tempat untukmu.
Sesungguhnya dia telah melihat sebagiannya.
Maka apakah kamu akan mengaggapnya sebagai yang sia-sia?
Sesungguhnya kamu akan mendapatkan yang kamu inginkan.