Menulis Dengan Satu Pragraf


Menulis Dengan Satu Pragraf

Anda yang punya blog atau suka menulis, tentu Anda akan selalu mengupdate, blog Anda. Biasanya Anda akan menuliskan semua yang ingin Anda utarakan secara detail dan lengkap. Kalau diperlukan dengan penjelasan yang panjang lebar.

Dalam mendeskripsikan ide kita dalam bentuk tulisan yang mudah untuk dimengerti oleh pembaca sangatlah tidak mudah, diperlukan penguasaan tersendiri untuk dapat mendeskripsikannya dengan baik. Tapi dalam kenyataannya kita sering tidak bisa menghindari pembahasan yang lebih panjang, karena keterbatasan kita dalam mendeskripsikannya, sehingga dihasilkan tuisan dengan menghabiskan beberapa pragraf yang panjang.

Untuk orang-orang tertentu, menulis dengan tulisan yang panjang, merupakan kenikmatan tersendiri, sehingga dengan kenikmatannya dia menghasilkan tulisan yang panjangnya bisa melebihi panjang "tali beruk". Kalau ini yang terjadi, maka bagi yang malas baca, ini akan menjadikan tulisannya tidak menarik, walaupun sebenarnya tulisan tersebut sangat bagus.

Kembali dengan subject di atas, apakah mungkin menuliskan satu ide dalam satu pragraf?

Sangat susah untuk menuliskan ide hanya dengan dua atau tiga pragraf, apalagi kalau sampai satu pragraf. Tapi inilah yang dilakukan oleh Agus Syafii, yang mencoba untuk membuat tulisannya sangat menarik dan menyentuh, hanya dalam dua sampai tiga pragraf, dan malah bisa hanya satu pragraf.

Luar biasa!!!

Wassalam,
Syamsul
WSyakinah.com
WSyakinah.blogspot.com

Pembayaran Yang Adil


Pembayaran Yang Adil

Saya punya kenalan seorang pemborong bangunan, sebut saja Mr. X (saya pakai inisial yang dipergunakan Pak Deni, tapi bukan Mr. X yang Pak Deni sebutkan :) )

Beberapa tahun yang lalu, dia membangun sebuah rumah. Pada satu saat dalam proses membangun tersebut, persedian batu bata habis, sehingga harus dipesan ke toko bangunan. Setelah menghubungi toko langganannya, juga ternyata persediaan batu bata juga sedang habis. Setelah dicek di beberapa toko bangunan, ternyata persedian batu bata sedang langka. Setelah berusaha kesana kemari untuk mendapatkan batu bata, tidak tidak juga didapatkan, padahal pekerjaan harus segera diselesaikan.

Dalam kesulitan tersebut, tiba-tiba datang seorang pemborong, sebut saja Mr. Y, datang menawarkan batu bata yang sedang dia butuhkan, dan terjadilah tawar menawar, kira-kira bahasanya seperti ini (saya tidak tahu percakapan persisnya, tapi intinya yang saya tuiskan):

Mr. X : Bapak mau jual batu batanya dengan harga berapa?
Mr. Y : Pekerjaan saya sudah selesai, dan saya kelebihan batu bata. Saya tawarkan kepada Bapak Rp 60. (Pada waktu itu harga batu bata adalah Rp. 120)
Mr. X : Bagaimana kalau saya tawar Rp. 90
Mr. Y : ??? Maksud Bapak?
Mr. X : Saya tawar Rp. 90
Mr. Y : Saya buka harga Rp. 60, kok Bapak nawarnya Rp. 90, apa Bapak tidak salah nawar?
Mr. X : Oh.. tidak! Bapak buka harga Rp. 60, dan saya tawar Rp. 90
Mr. Y : Saya tidak mengerti maksud Bapak?
Mr. X : Baik, akan saya jelaskan penawaran saya. Harga batu bata itu sebenarnya Rp. 120, dan Bapak menawarkan Rp. 60, sedangkan saya tawar Rp. 90. Berarti, kalau saya beli dari Bapak, maka Bapak untung Rp. 30, dan saya juga untung Rp.30

Dalam proses bisnis, kita harus melakukan satu kepantasan dalam pemberian harga. Apakah kita sudah memberikan harga yang pantas dan apakah kita sudah menawar dengan harga yang pantas juga.

Untuk membangun bisnis dengan network yang baik, diperlukan negosiasi yang saling menguntung dan saling memberikan kepercayaan, yang diharapkan akan memberikan satu hubungan yang berkesinambungan satu sama lain. Kita jangan mengharapkan untuk mendapatkan harga yang murah, tapi dengan mengorbankan kepercayaan. Tapi kita diharuskan memberikan satu solusi yang saling menguntung satu sama lain.

Untuk mendapatkan satu jalinan kerjasama, terkadang kita diharuskan "berkorban", tapi jangan "mengorbankan" relasi kita. Berikan kepercayaan kepada mereka bahwa kita memang rekanan mereka yang bisa mereka percayai.

Apakah Anda Orang Yang Dipercaya?

Wassalam,
Syamsul
WSyakinah.com
WSyakinah.blogspot.com
Padanan:
Orang Yang Dipercaya
Kepercayaan
Kepercayaan Dan Selember Kaca
Showing Your Products

Dari manakah Anda memperoleh penghasilan.


Dari manakah Anda memperoleh penghasilan.

Dibutuhkan uang untuk menghasilkan uang.

Ternyata pendapat tersebut, tidaklah sepenuhnya benar. Banyak orang-orang sukses, yang menghasilkan uang dari kondisi keuangan dari nol, bahkan minus. Sebut saja Robert T.Kiyosaki dengan bukunya yang fenomenal The Cashflow Quadrant. Buku ini menginspirasi saya untuk menuliskan blog ini.

Diperlukan pendidikan tinggi untuk berhasil sukses

Banyak orang sukses yang meninggalkan bangku sekolah untuk mencapai cita-cita mereka yang lebih besar. Sebut saja namanya: Bill Gates, pendiri Microsoft, Thomas Edison, pendiri General Electric, Michael Dell, pendiri Dell Computer.

Ternyata tidak dibutuhkan pendidikan tinggi untuk mencapai keberhasilan. Dibutuhkan impian, tekad besar, kesediaan untuk cepat belajar dan mengelola asset secara benar.

Dari manakah Anda memperoleh penghasilan.

Dalam buku The Cashflow Quadran yang ditulis oleh Robert T.Kiyosaki, ada empat quadran untuk menghasilkan uang.

Quadran E (Employee): orang-orang yang mendapatkan penghasilan sebagai karyawan.
Quadran S (Self-employee): orang-orang yang bekerja untuk dirinya sendiri, seperti pengacara, konsultan, dokter dsb.
Quadran B (Business): orang-orang yang menghasilkan kekayaan dari kepemilikan usaha.
Quadran I (Investor): orang-orang yang mendapat penghasilan dari investasi atau menanam modal.

Pada umumnya, orang akan mendapatkan penghasilan dari satu quadran, tapi ada juga yang mendapatkan penghasilan lebih dari satu quadran. Semua tergantung bagaimana setiap orang memandang posisinya berada di quadran mana.

Seorang "E", bisa mendapatkan penghasilan dari quadran lain "B", berupa bisnis sampingan. Seorang konsultan yang bekerja sebagai "S", bisa mendapatkan penghasilan lain dari quadran "I" dengan menanamkan modal. Seorang dokter, berada di quadran "E" dengan bekerja di Departemen Kesehatan, tapi juga menghasilkan di quadran "S" dengan buka praktek di rumahnya, juga punya penghasilan di quadran "B" dengan membuka usaha yang dijalankan oleh orang lain, juga punya penghasilan di "I" dengan menanamkan modalnya di pasar modal.

Dari quadran manakah seorang mempunyai penghasilan yang besar?

Ini tergantung dari masing-masing orang, darimana dia memandang kekayaan yang dia inginkan. Ada orang yang menganggap posisi dan jabatan yang menentukan kekayaan yang dia miliki. Ada yag menganggap profesi yang disandangnya sudah menjadikan dia sebagai orang kaya. Ada juga yag menganggap, punya finansial yang lebih sebagai kekayaan yang utuh.

Ada orang yang lebih suka sebagai "E", tidak suka dengan "B", ada orang yang lebih suka "B", tapi juga menyukai "I". Ini semua tergantung dari nilai, kekuatan, kelemahan, dan minat yang akan menentukan di quadran mana dia berada. Semua quadran menjanjikan kekayaan dan bisa juga menjadikannya bangkrut.

Dimanapun Anda berada, maka yang semua orang inginkan adalah:

1. Punya waktu untuk keluarga.
2. Punya uang untuk beramal-sadaqah.
3. Bisa memberikan pekerjaan kepada yang membutuhkan
4. Punya cukup uang untuk membiayai kesehatannya dan keluarganya.
5. Bisa keliling dunia dengan keluarganya.

Darimanakah kita bisa mendapatkan semua itu?

Semua quadran menjanjikannya, tergantung bagaimana Ada ingin mendapatkannya.

Dalam bukunya sebagai pendahuluan, dia menceritakan satu cerita sangat menarik untuk disimak.

"Zaman dahulu kalai ada sebuah desa kecil yang indah dan sangat menyenangkan. Pada satu saat, desa ini punya masalah persediaan air jika musin kemarau. Untuk menyelesaikan masalah ini, maka para tetua desa memberikan kontrak kerja kepada yang bisa menyediakan air untuk kebutuhan desa tersebut. Dari sekian yang mangajukan, terpilih dua orang yang akan menyediakan kebutuhan air di desa tersebut.

Orang pertama, sebut saja Ed, langsung pergi membeli dua ember dan mulai mengangkut air bolak-balik dari sumber air ke desa tersebut yang jaraknya satu setengah kilometer. Dia setiap hari mengisi tangki yang telah disiapkan oleh penduduk desa. Dia bangun pagi hari sebelum orang desa bangun, untuk memastikan bahwa penduduk desa mendapatkan air begitu mereka bangun. Dia mengisi tangki sepanjang hari agar kebutuhan desa bisa terpenuhi sampai malam hari. Dari kerja kerasnya seharian, maka dia merasa senang telah menghasilkan uang.

Orang kedua, sebut namanya Bill, ternyata menghilang setelah kontrak ditanda-tangani. Dia tidak terlihat selama berbulan-bulan, dan ini membuat Ed merasa senang, karena saingannya ternyata tidak muncul, dan ini memberikan semua kebutuhan desa ada padanya, dan semua pembayaran jatuh ketangannya.

Enam bulan kemudian Bill muncul didesa dengan membawa beberapa orang yang akan bekerja di desa tersebut. Ternyata selama enam bulan dia membangun sau perusahaan, dia mencari penanam modal, mengangkat presiden eksekutif untuk menjalan usahanya, mengumpukan beberapa tenaga untuk membangun satu jaringan distribusi air. Selama satu tahun dia membangun jaringan tersebut, dengan pipa anti karat dengan volume yang besar yang menghubungkan sumber air dengan desa.

Pada peresmian pembukaan jaringan pipa air ini, Bill mengumunkan bahwa airnya lebih bersih dari yang ada selama diberikan oleh Ed. Bill juga mengumumkan bahwa jaringan pipa air yang disediakannya bisa menyediakan air untuk desa selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, yang selama ini hanya bisa diberikan oleh Ed selama hari kerja dan pada jam kerja. Bill juga mengumumkan bahwa harganya lebih murah 75% dengan kualitas air jauh lebih baik.

Mendapat persaingan yang demikian hebat, maka Ed, manambah kapasitas dengan menggunakan ember untuk mengangkut air. Kemudian dia memperkerjakan anak-anaknya, mengangkat karyawan untuk mengangkut air. Tapi dengan bertambahnya waktu, mulai muncul masalah, dimana anaknya yang diharapkan untuk meneruskan usahanya ternyata tidak kembali setelah lulus kuliah. Para karyawan mulia menuntut pengurangan beban yang tadinya empat ember menjadi dua ember dan sebagainya.

Dilain pihak, Bill mulai memikirkan untuk membuka jaringan baru untuk desa tetangga yang juga membutuhkan air. Ia mulai menulis rancang ulang bisnisnya, dan mulai menawarkan dan membangun jaringan baru. Dan dari jaringan-jaringan yang dibangun dia telah mendistribusikan air keseluruh pelosok beribu-ribu ember air dengan kualitas baik.

Bill hidup bahagia selamanya, sepanjang hari bersama keluarganya. Uang mengalir ke rekening banknya setiap saat. Sedangkan Ed, tetap bekerja mengangkut air untuk memenuhi kebutuhan finansialnya."

Anda berada di quadran mana?

Anda bisa menilai Anda sekarang berada di quadran mana. Apakah quadran yang selama ini Anda berada sesuai dengan yang Anda inginkan atau bukan? Kalau bukan maka persiapkanlah diri Anda untuk berpindah ke quadran yang Anda anggap sesuai dengan impian Anda. Untuk persiapan perpindahan quadran, lakukan dengan perhitungan yang matang, jangan terbawa arus. Kalau Anda berada di dua quadran, sedangkan Anda ingin meninggalkan salah satunya, maka perhitungkan rasio penghasilan Anda.

Wassalam,
Syamsul
http://www.wsyakinah.com/

http://wsyakinah.blogspot.com/

Showing Your Products


Showing Your Products

Apakah Anda pernah membeli produk yang tidak sesuai dengan harapan Anda?

Tentu Anda pernah mengalaminya, apakah itu dikarenakan kwalitas tidak baik, spesifikasi tidak sesuai, quantitynya kurang, cita rasanya tidak sesuai, atau segala sesuatu hal yang menjadi ukuran Anda tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Untuk mendapatkan produk yang sesuai, maka diperlukan pengenalan terhadap produk yang Anda butuhkan, apakah itu melalui katalog, brosur, atau dari sarana informasi lainnya.

Terkadang, dari brosur atau katalog, tidak cukup untuk medapatkan informasi yang lengkap tentang produk tersebut, maka diperlukan demo atau survey.

Bagaimanakah perasaan Anda jika pada waktu demo atau survey, ternyata produknya tidak sesuai dengan yang Anda harapkan, atau mungkin yang disurvey bukan produk yang Anda inginkan atau Anda sepakati, tapi produk lain yang memang tidak Anda butuhkan? Padahal Anda sudah meluangkan waktu Anda yang berharga dan menempuh perjalanan jauh.

Itulah yang akan terjadi, kalau customer Anda akan merasa kecewa jika Anda memberikan produk yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Kalau customer Anda sudah kecewa, bagaimana mungkin dia akan membeli produk Anda. Kalau customer Anda merasa ditipu, bagaimana mungkin jalinan kerjasama bisa terwujud.

Dalam memberikan informasi tentang produk yang Anda tawarkan, Anda perlu memberikan informasi yang lengkap tentang produk Anda, dengan tidak menyembunyikan yang tidak diinginkan oleh customer. Bila ternyata pada produk tersebut ada yang tidak sesuai, maka Anda harus bisa memberikan penjelasan yang logis atau Anda memberikan alternatif terhadap produk tersebut.

Jika Anda memberikan demo atau customer melakukan survey, maka tunjukkanlah produk yang sesuai dengan yang Anda tawarkan. Jika produk tersebut tidak tersedia, maka berikanlah produk yang sepadan dengan produk yang Anda tawarkan, dengan memberikan penjelasan yang logis, atau atur kembali jadwal demo atau survey. Jangan Anda memperlihatkan produk yang bukan dia butuhkan, karena ini akan memberikan customer Anda perasaan kecewa.

Janganlah Anda melakukan "pembelaan" terhadap produk Anda jika dianggap tidak sesuai, tapi berilah penjelasan yang bisa diterima oleh customer Anda. Kalau perlu libatkan rekan Anda yang lebih mengerti tentang produk tersebut.

Fokuslah terhadap apa yang diinginkan oleh Customer, bukan terhadap kelebihan produk Anda. Karena dengan demikian Anda akan mengetahui apa yang customer Anda inginkan.

Janganlah membandingkan produk Anda dengan produk lain tanpa data yang bisa diterima, apalagi merendahkan produk lain, tapi perbandingkanlah dengan memberikan data yang akurat, sehingga customer Anda bisa melihat perbedaannya secara jelas dan logis.

Apakah Anda sudah memperlihatkan produk Anda sesuai dengan yang sebenarnya?

Wassalam,
Syamsul
http://www.wsyakinah.com/
http://wsyakinah.blogspot.com/

Nama Saya Siapa?


Nama Saya Siapa?

Kemarin saya menelepon ke TDW untuk mendaftar untuk ikut workshop Financial Revolution. Dari seberang sana, saya diterima oleh seorang wanita bernama Desty, dengan sapaan khas customer service.

Desty: "Disini Desty, ada yang bisa dibantu?"

Kemudian saya memperkenalkan nama saya dan mengutarakan maksud dan tujuan saya untuk ikut workshop Financial Revolution.

Setelah berbicara cukup lama dengan penjelasan yang lengkap, kemudian diakhir pembicaraan, sang customer service yang akan menutup pembicaraan bertanya:

Desty: "Terima kasih Pak Syamsul, kalau Bapak butuh bantuan kami silakan menghubungi saya Desty. Nama saya siapa Pak Syamsul"

Saya sangat terkaget mendengar pertanyaan ini. Selama ini saya tidak begitu perduli dengan nama customer service yang pernah saya hubungi, karena saya berpikir, untuk apa saya mengenalinya. Untuk pembicaraan berikutnya, kecil kemungkinan saya akan bertemu lagi dengan dia, biasanya saya akan dilayani oleh customer service yang lain. Kebiasaan lainnya, begitu saya meletakkan gagang telepon, maka saya sudah tidak ingat lagi dengan nama customer service yang baru saya hubungi.

Belum rasa kaget saya hilang, sang customer service kembali menanyakan namanya.

Desty: "Nama saya siapa Pak Syamsul?"

Mendapat pertanyaan yang kedua kali, maka saya menjawab:

Syamsul: "Nama Ibu Desy"
Desty: "Nama saya Desty, bukan Desy"
Syamsul: "Oh ya.. Desky"
Desty: "Bukan Desky, tapy Desty"
Syamsul: "Oh maaf.. Desty"

Pada umumnya kita memang tidak pernah peduli dengan lawan bicara kita, apalagi itu "bukan" yang penting buat kita. Selama ini kita hanya terfokus ke tujuan, tapi kita lupa dengan siapa kita berhubungan.

Seminggu yang lalu, seorang rekan saya yang telah mengajukan penawaran kesalah satu customernya dan pada saat customer tersebut merespon penawaran tersebut lewat telepon, dia malah tidak tahu siapa dan dari perusahaan mana orang tersebut.

Apalah arti sebuah nama?

Ternyata nama itu sangatlah penting. Dalam percaturan binsis atau networking, nama merupakan hal yang penting untuk kita kenal dengan baik. Dalam hubungan pertemanan, nama adalah penting untuk menghubungkan kita dengan orang tersebut.

Perkenalkanlah nama kita dengan baik, kalau perlu eja jika nama kita tidak umum, terutama kalau kita berbicara di telepon. Saya selalu mengeja nama saya dengan penekanan huruf "y", karena ada orang dengan nama Samsul, ada juga Syamsul, ada yang namanya Syamsu, ada juga Samsu.

Demikian juga sebaliknya, tanyakan nama rekan baru kita dengan baik, kalau perlu minta di eja, agar kita tidak salah menyebutkannya apalagi menulisnya. Karena kalau kita salah menyebutkan apalagi menuliskan bisa berakibat petaka buat kita. Saya pernah dimaki oleh orang karena salah dalam menuliskan namanya.

Ingatkan lagi nama kita, jika mau berpisah. Untuk pembicaraan telepon tanyakan kembali nama kita, apakah dia sudah mencatat nama kita dengan benar.

Dari sekian banyak customer service yang perah saya hubungi, baru customer service di atas yang bisa saya ingat sampai sekarang tanpa perlu dicatat di buku, bahkan alamat emailnya yang tadi saya sepintas juga dapat saya ingat dengan baik.

Maka perkenalkanlah nama Anda dengan baik, agar orang lain dapat mengenal nama Anda dengan baik dalam memory otaknya.

Wassalam,
Syamsul

Benar Dalam Mengambil Pesan


Seorang anak yang kesehariannya suka meneguk minuman keras. Hampir setiap hari dia minum-minuman keras, minuman keras adalah kebutuhan, dan tiada hari tanpa minuman keras.

Melihat kebiasaan buruk tersebut, dia dipanggil oleh bapaknya, dan kemudian bapaknya mengambil beberapa ekor cacing yang dimasukkan kedalam gelas, kemudian gelas tersebut diisi dengan minuman keras yang biasa diteguk oleh sang anak setiap hari. Beberapa saat kemudian, cacing-cacing yang ada dalam gelas tersebut mati.

Melihat kejadian tersebut, sang anak langsung berkata "Selama ini saya meminum-minuman keras, ternyata memberikan manfaat buat saya. Semua cacing-cacing yang selama ini ada di dalam perut saya tentu akan mati, begitu saya minum-minuman keras"

Ini merupakan salah satu contoh bagaimana kita mengambil pesan yang ingin disampaikan kepada kita. Dalam melihat satu kejadian yang kita alami setiap hari, penuh dengan pesan-pesan yang bermanfaat buat kita, baik itu pesan yang diberikan oleh orang kepada kita, atau pesan yang diberkan lingkungan kepada kita, atau pesan yang diberikan oleh alam kepada kita. Pesan itu bisa berupa petunjuk, bisa juga berupa peringatan.

Dalam mengambil pesan, kita harus melihat kepada diri kita, sebenarnya pesan itu sedang membicarakan apa? dan kepada siapa dia ingin disampaikan. Apa yang telah kita lakukan selama ini, sehingga pesan ini datang kepada kita. Apakah pesan itu ingin memberikan satu petunjuk, atau sedang ingin mengoreksi apa yang selama ini kita perbuat.

Kalau kita salah dalam mengambil pesan yang ingin disampaikan, maka kesalahan itu akan membawa dampak yang bisa merugikan kita pada saat itu atau dikemufdian hari. Tapi kalau kita bisa mengambil pesan tersebut dengan benar, maka tentu akan memberikan perubahan untuk kita.

Semua pesan yang disampaikan kepada kita adalah yang akan menghantarkan kita kepada perbaikan. Pesan itu bisa jadi digambarkan degan negatif, bisa juga digambarkan dengan positif. Semua itu ergantug kita, bagaimana menangkap pesan yang ingin disampaikan. Kita salah dalam mengambil pesannya, maka kia akan salah dalam mengambil manfaatnya, demikian jga sebaliknya, kita bisa mengambil pesannya dengan benar, maka pesan tersebut akan memberikan manfaat buat kita.

Mari kita melihat semua yang diberikan kepada kita dengan sudut pandang yang positif. Mudah-mudahan itu akan memberikan nilai positif untuk kita

Wassalam,
Syamsul
http://www.wsyakinah.com/
http://wsyakinah.blogspot.com/