Langganan RSS Feed

Langgan RSS Feed


Apakah Anda pencinta blog?
Apakah Anda mengunjungi blog yang Anda sukai setiap hari?
Berapa lama Anda melakukan blogwalking?

Tentu bagi yang suka melakukan blogwalking setiap hari sangatlah melelahkan, belum lagi waktu yang terbatas, tentu akan menghabiskan waktu kita yang berharga hanya untuk blogwalking. Belum lagi kalau blog yang kita kunjungi belum diupdate.

Sebenarnya masalah ini bisa diselesaikan dengan berlangganan feed blog yang sering kita kunjungi. Dengan berlangganan ini, kita tidak perlu melakukan blogwalking setiap hari. Cukup kita menunggu email setiap kali blog langganan kita melakukan update.

Untuk mendapatkan fasilitas ini kita cukup mudah:
  1. Buka blog yang diinginkan.
  2. Klik tombol Feed yang ada di toolbar, atau klik Tools, Feed Discovery
  3. Copy alamat feed yang ada di bagian address
  4. Buka Outlook
  5. Klik Tools, Account Setting
  6. Klik tab RSS Feeds, New
  7. Copykan alamat feed tadi ke field yang tersedia
  8. Klik OK, OK

Anda akan menerima email setiap hari tentang tulisan-tulisan yang erbaru dari blog langganan Anda.


Uang Pensiun


Uang Pensiun

Apakah Anda seorang karyawan?
Apakah Anda sudah mempersiapkan dana pensiun Anda?
Apakah pensiun Anda mencukupi penghidupan Anda nanti?

Seorang lelaki pensiunan yang berusia 75 tahun, warga negara Italia telah menghabiskan masa tua-nya dengan uang pensiun yang diterimanya setiap bulan. Ternyata uang pensiun yang selama ini ia terima tidak mecukupi untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari. Awal bulan dia menerima uang pensiunan, belum sampai akhir bulan uang tersebut sudah habis.

Dengan kondisi keuangan yang demikian memprihatinkan, maka untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, dia harus melakukan satu perbuatan yang tidak terpuji, yaitu mencuri di toko super market.

Setelah dilakukan penyelidikan atas kejadian ini, orang-orang yang mengetahui kasus ini bersimpati atas kejadian ini, dan masyarakat di sana bergotong-royong untuk membantu kehidupan sang pensiunan tersebut.

Uang pensiunan adalah salah satu produk finansial di jaman era industrial, dimana penghidupan para karyawan akan dijamin dari tabungan mereka yang disisihkan oleh pihak perusahaan atau yang berwenang yang nantinya dipergunakan untuk biaya hidup dimasa pensiun.

Dengan perubahan jaman dan perubahan akan kebutuhan hidup yang makin hari makin meningkat, ternyata uang pensiun yang selama ini menjadi jaring pengaman bagi masa depan kehidupan seorang karyawan harus diperhitungkan lagi.

Pada jaman industrial, dimana harga relatif stabil, maka di jaman informasi ini, kebutuhan hidup akan sangat tergantung dengan perubahan informasi dan ini mengakibatkan tingkat kebutuhan yang meningkat dan tentu berakibat kepada harga yang terus melonjak dengan tajam.

Jaman informasi sekarang ini, yang cukup menjanjikan untuk memenuhi kebutuhan hidup dimasa pensiun adalah dengan melakukan investasi diberbagai bidang. Dengan investasi yang kita tanamkan, maka nilai investasi yang kita tanamkan akan ikut bergerak sesuai dengan tingkat kebutuhan hidup.

Dibandingkan dengan uang pensiun, yang hanya mengandalkan dari pergerakan suku bunga yang relatif stabil, maka nilai investasi akan bergerak sesuai dengan pergerakan pasar. Maka diharapkan dimasa pensiun, nilai investasi yang kita tanamkan akan bisa mencukupi kebutuhan hidup dimasa pensiun.

Apakah Ada sudah menyiapkan investasi Anda?


Wassalam,
Syamsul
WSyakinah.com
WSyakinah.blogspot.com

Testimonial Bahan Renungan Kalbu


AnG9Y rated it: 09/12/07 ini buku bagus banget... bener2 bawa kita merenungi apa arti hidup kita yang sesungguhnya, untuk apa kita hidup, gimana semestinya menghadapi hidup..(semuanya dengan kembali pada ALLAH) dll banyak lagi yang bermanfaat... Buku ini wajib kamu berikan pada orang2 yang kita sayangi...


Wassalam,
Syamsul
WSyakinah.com
WSyakinah.blogspot.com

Quotes Sukses


"Sukses bukanlah tujuan, bukan pula perjalanan. Sukses adalah mindset." (Jennie S. Bev )

Bagi orang sukses hanya ada dua macam hari; Hari Baik dan Hari Sangat Baik. (Jennie S. Bev)

Karena saya tahu artinya kesuksesan, maka saya suka menolong orang lain. (Verilious)

Sukes selalu berdiri sendiri. Ia bersifat internal. Sukses dapat kita jumpai saat ini juga di dalam diri kita, di dalam hati kita, lengkap dengan segala kelebihan dan kekurangannya. (Jennie S. Bev)

Sukses adalah suatu keyakinan yang memberi dasar semua perbuatan yang merupakan respon dan interpretasi dari kejadian sehari-hari, termasuk ketika mengalami kegagalan. Seseorang sukses selalu bersyukur dengan apa yang ia miliki hari ini dan akan miliki di masa depan. (Jennie S.Bev)

Orang-orang menjadi begitu luar biasa ketika mereka mulai berpikir bahwa mereka bisa melakukan sesuatu. Saat mereka percaya pada diri mereka sendiri, mereka memiliki rahasia kesuksesan yang pertama. (Norman Vincent Peale)

Sukses itu adalah 1% ide kreatif, 99% kerja keras. (Thomas A.Edison)

Sukses seringkali datang pada mereka yang berani bertindak; dan jarang menghampiri penakut yang tidak berani mengambil konsekuensi. (Jawaharlal Nehru)

Sudah tak terhitung berapa kali Anda terus berusaha, tetapi Anda masih juga merasa jauh dari sukses yang Anda inginkan.

Sukses yang sejati adalah berhasil mengatasi ketakutan tidak sukses. (Paul Sweeney)

Jika Aku percaya Aku bisa sukses, maka Aku akan jadi sukses. Jika Aku percaya Aku orang yang gagal, maka Aku akan jadi gagal.

Anda telah mencapai puncak kesuksesan begitu anda tidak tertarik lagi pada uang, pujian atau publitas. (Dr.O.A.Battista)


Wassalam,
Syamsul
WSyakinah.com
WSyakinah.blogspot.com

Update blog

Tidak terasa, blog ini sudah mengalami beberapa kali perubahan dan penambahan feature yang mengakibatkan lambat untuk buka blog ini.

Untuk lebih menyederhanakan tampilan dan bebannya, maka ada beberapa feature dipindahkan dalam bentuk posting, dan mudah-mudah ini menjadikan blog ini lebih ramping dan ringan.

Mohon maaf bagi pelanggan kami yang merasa terganggu dengan perbaikan ini.

Wassalam,
Syamsul
WSyakinah.com
WSyakinah.blogspot.com

Others Link

Article of The Day

Quotation of The Day





In the News





Article of The Day





This Day in History





Today's Birthday



Members of TDA




Motivation Link




Jennie S.Bev. Seorang Mindset


Jennie S.Bev. Seorang Mindset

Inilah dia Jennie S.Bev., seorang penulis produktif yang bermukim di negeri Paman Syam. Tahun ini dia mencanangkan menyelesaikan 100 buku dan e-book, yang diharapkan bisa masuk World Record.

Buku Mind Sukses, Jalur Cepat Menuju Kebebasan Finansial merupakan salah satu buku yang diluncurkan beberapa waktu yang lalu, dalam bahasa Indonesia, dan mendapat sambutan yang luar biasa dari berbagai kalangan, termasuk dari kalangan universitas. Bahkan Universitas Bina Nusantara menjadikan buku ini sebagai bahan motivasi bagi para mahasiswanya.

Sebagai seorang yang mencoba keberuntungan untuk hidup di negeri dengan persaingan dan percepatan teknologi dan informasi, yang sebagian orang menganggapnya sebagai alasan kesuksesannya. Jennie S.Bev. telah membuktikan bahwa semua itu bukanlah satu keberuntungan bahwa dia berada disana. Tapi itu semua diperlukan usaha pencapaian yang harus diperjuangkan.

Inilah yang dilakukannya dengan menikmati proses pembelajaran selama ini, dia telah mendapat pengakuan sebagai seorang yang sukses, dengan beberapa karya tulisnya baik dalam Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia.

Selain sebagai penulis buku dan pengisi kolom di koran-koran internasional dan nasional, dia juga menjalankan beberapa bisnis dan juga mengajar disalah satu universitas negeri di Kalifornia.

Sebagai seorang yang "kurang beruntung" waktu kecilnya, telah membuktikan bahwa kehidupan dan sukses masa depan bukan ditentukan oleh masa lalu, tapi ditentukan oleh apa yang Anda lakukan hari ini.

"Bagi orang sukses hanya ada dua macam hari; Hari Baik dan Hari Sangat Baik."~ Jennie S. Bev dalam Jalur Cepat Menuju Kebebasan Finansial

"Sukses bukanlah tujuan, bukan pula perjalanan. Sukses adalah mindset."~ Jennie S. Bev dalam Rahasia Sukses Terbesar



Wassalam,
Syamsul
WSyakinah.com
WSyakinah.blogspot.com

Menyusun Skenario Hidup


Menyusun Skenario Hidup

Judul ini terinspirasi dari tulisan Mas Aska dengan judul yang sama.

Hidup manusia yang dinilai bukan hasilnya, tapi prosesnya. Bagaimana kita berproses untuk menjadi orang baik, bagaimana kita berproses untuk menjadi sehat. Semua itu butuh perjuangan dan proses.

Dalam surat An-Najm ayat 39-40, disebutkan "Dan bahwasanya, seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya, usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya)."

Disini jelas disebutkan, bahwa apapun yang kita inginkan, apapun yang kita usahakan, maka kita akan mendapatkannya. Baca juga tulisan saya tentang Do'a, Usaha, Nasib dan Takdir dan beberapa tulisan lainnya di blog saya.

Setiap manusia punya peranan, siapapun dia; baik sebagai orang baik, jahat, maling, koruptor, dan orang sehat dan sakit, semua itu adalah peranan yang harus kita perankan. Bahkan terkadang peranan itu tidak kita sukai, tapi itu merupakan salah satu cara Allah swt untuk menjadikan kita sebagai orang yang bertaqwa, diangkat derajatnya kepada derajat yang lebih tinggi.

Setiap orang yang punya peranan sebagai apapun, adalah satu peranan yang amat mulia, kalau kita menjalaninya dengan baik. Karena tidak ada satupun yang diberikan oleh Allah kepada manusia itu yang merugikan, tapi Dia punya maksud dan tujuan dan bahkan lebih besar dari yang kita duga.

Terkadang kita MERASA peranan yang kita perankan tidak sanggup kita jalankan, padahal Allah swt, memberikan itu kepada kita karena kita mampu. Tidak satu perananpun yang diberikan diluar batas kemampuan kita.

Setiap orang diberikan ujian, dan setiap satu ujian selesai, maka kita akan "naik kelas", dan berikutnya kita disiapkan untuk ujian berikutnya. Makin sering kita naik kelas, makin mulia kita dihadapan Allah, yang pada akhirnya menjadikan kita sebagai orang yang bertaqwa.

Jadikanlah hidup ini dengan segala yang ada pada kita sebagai peran yang harus kita perankan dengan baik, sehingga Allah swt, akan memberikan "award" terhadap peran yang kita jalankan.

Salam sukses untuk Anda semua.

Wassalam,
Syamsul
WSyakinah.com
WSyakinah.blogspot.com

Padaan:

Mengisi Yang Kosong & Mengosongkan Yang Berisi


Mengisi Yang Kosong & Mengosongkan Yang Berisi

Saya pernah menulis Zero Mind Process, tentang pengosongan pikiran pada saat bertafakur dan berdo'a kepada Allah Sang Maha Pencipta. Ternyata diserial TV; Kera Sakti, ada satu kata yang sering diucapkan dalam dialognya "Isi adalah kosong, kosong adalah isi". Oleh Mas Aska Primardi menemukan arti makna tersebut dari buku Bahan Renungan Kalbu.
Saya sangat salut dengan Mas Aska ini, walaupun saya baru menemukan blognya. Bagaimana perjuangannya menghadapi epilepsi yang menimpanya. Bagaimana dia berjuang utuk menjadikannya sebagai orang yang sehat.

Berikut ini saya copykan postingannya dari blognya:


Dulu, aku seneng banget nonton serial kera sakti di TV. Di serial itu aku sering denger kata-kata : “isi adalah kosong, dan kosong adalah isi”. Waktu nonton serial itu sih reaksiku biasa aja. Yah, aku sama sekali nggak paham maksudnya. Malah kadang aku sering bertanya tentang apa sih maksud dari kata-kata itu?

Tapi akhirnya aku mendapat jawabannya, tepatnya di saat umroh kemaren. Waktu aku lagi di pesawat menuju Jeddah, aku baca buku yang berjudul “Bahan Renungan Kalbu : Pengantar Mencapai Pencerahan Jiwa”. Salah satu bagian buku itu njelasin soal pentingnya kita menghadapi segala keinginan-keinginan atau hawa nafsu bukan melalui peperangan, tapi melalui renungan. Melalui renungan, kita bisa berserah diri kepada Tuhan, lalu menciptakan kekosongan hati dan pikiran. Kekosongan dari segala hawa nafsu, keinginan, dan pikiran-pikiran negatif. Buku itu juga njelasin tentang makna “kosong adalah isi”.

Ternyata yang dimaksud dengan “kosong adalah isi” itu adalah kita bisa mengosongkan jiwa, hati, dan pikiran kita dari pikiran negatif, keinginan berlebihan, dan hawa nafsu. Mengosongkan diri dari segala hal itu nggak mudah, karena kadang manusia hanya mementingkan segala hal itu tanpa didasari oleh akal yang sebenarnya merupakan kelebihan dari Tuhan kepada manusia.

Aku jadi ngerasa kalo aku dulu banyak ngelakuin kesalahan. Sesampainya di Madinah, aku terus aja merenung tentang hal itu, aku merenung tentang hal-hal yang udah aku lakuin di masa lalu, dan aku pun flash back ke masa lalu.

Ternyata aku bukanlah orang yang bisa dengan mudahnya mengosongkan hati, pikiran, dan kalbu, dari pikiran negatif dan hawa nafsu. Mengosongkan di sini berarti berserah diri kepada Tuhan, yang sering aku sebut dengan menerima kondisiku apa adanya dan percaya bahwa segala hal yang diberikan oleh-Nya pasti terbaik buatku.

Aku udah sering cerita bahwa 9 tahun lamanya aku hanya terganggu oleh pikiran bahwa aku nggak mau hidup dengan epi dan apapun yang terjadi aku harus sembuh dari epi. Sebagian besar hati dan pikiranku berisi hal itu. Mungkin itulah yang disebut pikiran negatif dan hawa nafsu. Pikiran negatif tentang jeleknya epi yang padahal setelah aku sadari mampu memberiku banyak sekali pelajaran hidup. Hawa nafsu untuk sembuh yang berarti ingin mencapai tujuan tanpa pernah melangkah. Atau lebih tepatnya lebih mementingkan hasil daripada proses. Padahal sebenarnya Tuhan memberiku penyakit karena Ia ingin memberiku pelajaran, urusan sembuh itu bukan hal yang sulit bagi-Nya.

Dan akhirnya aku pun bisa belajar untuk berserah diri kepada Tuhan setelah tahun ke 9, atau lebih tepatnya di saat aku mulai bisa ikhlas menerima dan mampu untuk berteman dengan epi. Aku menilai bahwa disaat itulah aku mampu mengosongkan hati dan pikiranku, dari pikiran negatif dan hawa nafsu. Aku pun lantas bisa berpikir positif dan menikmati proses menuju kesembuhan. Aku hanya bisa berusaha dalam proses menuju kesembuhan, urusan hasil, itu ada di tangan Tuhan.

Tapi….ternyata kosongnya hati dan pikiranku itu bukan lantas berarti hati dan pikiranku benar-benar kosong dan tak berisi. Saat itulah hati dan pikiranku terbentuk menjadi hati dan pikiran yang “berisi”. Berisi di sini berarti memiliki kemampuan.

Walaupun hati, pikiran, dan kalbu itu kosong, tapi sebenarnya semua itu “berisi”. Mengosongkan hati dan pikiran dari hal-hal negatif itu sulit. Aku aja butuh suatu proses selama 9 tahun. Mengosongkan hati dan pikiran itu butuh kerelaan, keikhlasan, dan kemampuan menerima terhadap segala hal yang Tuhan berikan padaku, terutama segala hal yang terlihat negatif. Butuh suatu proses untuk mencapai semua itu. Mungkin semua orang bisa melakukan hal yang sama kayak aku, selama ia mempunyai kemampuan yang “berisi” buat melalui segala bencana dan cobaan yang diberikan oleh Tuhan untuk menguji kualitas hambanya.

Mungkin inilah jawaban yang aku cari. Ternyata kosong adalah isi, dan isi adalah kosong. Mengosongkan hati dan pikiran dari hal-hal negatif membuat hati dan pikiran memiliki kemampuan yang “berisi”.


Yah ternyata benar bahwa :

Jangan lawan epi dengan peperangan dan hawa nafsu untuk menang

Peperangan hanya akan membuat kita lelah, sibuk, dan melupakan hal yang lain

Tapi lawanlah epi dengan keikhlasan untuk menerimanya

Dengan keikhlasan, epi nggak akan mampu menyerang lagi bagian tubuh kita yg terpenting, yaitu : hati dan pikiran kita.


Wassalam,
Syamsul
WSyakinah.com
WSyakinah.blogspot.com


Padanan:

Kunci Sukses


Kunci Sukses


Berapa lamakah kita hidup di dunia ini?


Berikut ini saya copy salah satu hasil postingan Mas Mierza Amran.

Seberapa lamakah kita hidup didunia ini ? Al-Quran Mengatakan bahwa ternyata manusia hidup didunia ini hanya sebentar saja:

Allah bertanya: "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?" Mereka menjawab:"Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang2 yang menghitung". Allah berfirman:"Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu benar2 mengetahui." Al-Mu'minuun (23): 112-114

Marilah kita ambil asumsi umur kita adalah sumur nabi Muhammad SAW, yaitu 63 tahun. Dengan mengambil surat As-Sajdah ayat 5 yaitu yang mengatakan satu hari diakhirat = 1000 tahun didunia, maka umur kita hanya 63/1000 hari diakhirat. Betapa singkatnya!
Lalu untuk apa Allah memberi kita umur yang tidak sampai sepersepuluh hari menurut perhitungan akhirat? Hal ini ternyata tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menguji sejauh mana ketaatan kita pada aturan main yang dibuat-NYA; yaitu agar menjadi jelas siapa yang akan menempati surga dan siapa yang mejadi penghuni kekal di neraka. Cobalah bayangkan, bila manusia diberi umur yang panjang, tentulah ia akan "menderita" karena ujian yang diterimanyapun menjadi lama. Hal ini ibarat menderitanya seorang mahasiswa bila untuk menjadi sarjana harus menempuh kuliah selama 15 tahun atau lebih.

Karena hidup yang amat singkat ini, dan tidak ada kemungkinan bagi kita untuk mengulanginya kembali, maka tentunya amat rugilah orang2 yang tidak mampu berperilaku hidup sebagaimana yang diinginkan-NYA. Kita emamng sulit bahkan mungkin mustahil dapat begitu saja berperilaku hidup sesuai dengan aturan main-NYA bila kita tidak mempunyai bekal yang cukup. Ibarat seorang prajurit, ia tiak akan pernah menang dalam perperangan bila ia tidak mempunyai senjata dan strategi yang baik. Bekal yang kita perlukan itu adalah keyakinan Ilahiyyah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW "Sebaik-baiknya yang tertanam didalam hati itu adalah keyakinan". Semakin banyak dan dalam keyakinan2 yang kita miliki, maka akan semakin memudahkan kita untuk berperilaku hidup sesuai dengan aturan main yang ditentukan-NYA. Adapun yang menjadi bahan terbentuknya keyakinan Ilahiyyah itu adalah ilmu. Tanpa ilmu tidak akan lahir keyakinan. Agar ilmu dapat menjadi suatu keyakinan, maka ia harus digodok lebih lanjut dengan tafakur. Bila tidak, maka ilmu itu hanyalah menjadi pengetahuan saja yang tidak cukup untuk menuntun kita berperilaku Islami. Demikian pentingnya tafakur ini sehingga Allah menghargainya dengan ganjaran yang sangat besar sekali, sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah SAW; "Bertafukrlah sejenak lebih baik dari pada ibadah satu tahun".

Sumber: Bahan Renungan Kalbu oleh Ir.Permadi Alibasyah.


Wassalam,
Syamsul
WSyakinah.com
WSyakinah.blogspot.com

Testimonial Buku Bahan Renungan Kalbu


TESTIMONIAL BUKU BAHAN RENUNGAN KALBU


"Dengan bahasa yang sederhana, buku ini insya Allah mampu menuntun pembacanya mencapai pencerahan jiwa sebagai bekal untuk menjadi insan yang bertakwa."Prof.Dr.Kusnaka Adivihardja, M.A.

"Buku ini sarat dengan hikmah yang sangat berguna dalam upaya mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat."Ir.Achmad Yunus (Civil Engineering)

"Dengan gaya bahasa yang enak dibaca, buku ini mengungkap fenomena tauhid sebagai suatu kebenaran hakiki yang akan mendorong pembacanya untuk senantiasa bertindak karena mengharapkan ridha Allah swt. semata, dan karenanya sangat layak dijadikan bahan renungan."Lukman Hakim K. SE.,MBA (Konsultan)

"Seluruh buku ini sangat diperlukan sebagai bekal menjalani kehidupan sehari-hari sebagaimana yang dikehendaki Allah dan Rasulullah saw."Dr. Novita Rianti

"Sebuah sajian manarik, yang insya Allah dapat menhantarkan kita mencapai ketenteraman jiwa secara islamai."Prof.Dr.dr.H.Dadang Hawari, Psikiater

"ini buku bagus banget... bener2 bawa kita merenungi apa arti hidup kita yang sesungguhnya, untuk apa kita hidup, gimana semestinya menghadapi hidup..(semuanya dengan kembali pada ALLAH) dll banyak lagi yang bermanfaat... Buku ini wajib kamu berikan pada orang2 yang kita sayangi..."AnG9Y rated it: 09/12/07



Wassalam,
Syamsul
WSyakinah.com
WSyakinah.blogspot.com

Ya Allah


Ya Allah

Bisikkanlah nama Tuhanmu
Maha Pencipta, Alam Semesta
Genggamlah kitab suci Al-Qur'an
Sebagai pedoman hidupmu

Bersujudlah, wahai manusia
Hanya kepada Allah semata
Desahkan bibir dan hatimu selalu
Dengan zikir kepada Allah

Ya Allah, Ya Tuhanku
Memancar cahaya-MU
Bersimpuh kepada-Mu
Atas segala karunia-Mu

Pujilah Allah
Yang Maha Esa
Maha Pengampun
Segala Dosa


Dikutip dari Album Shaka.

Wassalam,
Syamsul
WSyakinah.com
WSyakinah.blogspot.com

Berapa Besar Asset Yang Bisa Anda Raih?


Berapa Besar Asset Yang Bisa Anda Raih?

Menyambung tulisan sebelumnya Beda Orang Kaya Dan Kaya Raya, maka kali ini saya akan membahas tentang berapa besar asset yang telah Anda atau bisa Anda kumpulkan dari penghasilan Anda.

Asset Orang Miskin.
Dengan perbandingan yang disebutkan dalam buku The Cashflow Quadrant sebagaimana diuraikan dalam tulisan di atas, penghasilan orang miskin adalah 80% dari gaji sebagai karyawan dan 20% dari bisnis sampingan.

Dalam perhitungan gaji seorang karyawan ditentukan oleh beberapa faktor, diantaranya kebutuhan pokok, kesehatan, sekolah, perumahan, transportasi dan kenikmatan lainnya. Jika ini dijumlahkan dan diberi margin, maka itulah gaji yang dibayarkan kepada karyawan.

Dalam kenyataan keseharian, gaji seorang karyawan hanya mencukupi untuk kebutuhan yang disebut di atas, dan jikapun ada tersisa untuk tabungan, hanya berkisar 10% - 20%.

Orang gajian akan dapat menyisakan penghasilannya untuk tabungan jika dia melakukan pengetatan pengeluaran. Untuk mendapat satu asset tertentu, seperti perumahan, pada umumnya seorang karyawan mendapatkannya dari pinjaman yang akan memotong penghasilan bulanannya yang tadinya hanya cukup untuk penghidupan satu bulan. Belum lagi untuk mendapatkan kendaraan, dan bentuk asset lainnya. Makin banyak asset yang diinginkan, maka dia harus memperketat pengeluarannya, agar bisa menutupi asset yang hendak dimiliki.

Bisnis sampingan hanya sebagian kecil karyawan yang bisa mendapatkannya dengan baik. Itupun bisa diraih jika bisnis sampingan dijadikan sebagai pekerjaan utamanya setelah statusnya sebagai karyawan.


Asset Orang Kaya.
Dengan perbandingan penghasilan 80% dari bisnis dan 20% dari gajinya sebagai karyawan. Maka bisa diambil prediksi bahwa pertumbuhan asset seorang pe-bisnis adalah 80%, karena kebutuhan hidupnya telah dipenuhi dari gajinya yang 20%.

Biasanya pertumbuhan asset seorang bisnis, relatif lebih konstan, karena biasanya seorang bisnis akan mendahulukan pertumbuhan bisnis dari pada asset pribadinya.


Asset Orang Kaya Raya
Orang yang kaya raya adalah mereka yang mempunyai asset yang menghasilkan jauh lebih besar dari kebutuhan. Selain asset yang mereka milki, mereka juga memilki investasi. Semua asset dan investasi yang mereka miliki mampu untuk menghidupi mereka dan sebagian besar hasilnya dijadikan asset tambahan yang juga nantinya akan menghasilkan untuk mendapatkan asset dan investasi baru.

Jadi orang kaya raya mempunyai asset yang akan tumbuh setiap saat walaupun mereka sudah tidak bekerja lagi.

Kesimpulan: berapa besar pertumbuhan asset Anda?

Wassalam,
Syamsul
WSyakinah.com
WSyakinah.blogspot.com

Padanan:
Beda Orang Kaya Dan Kaya Raya
Darimanakah Anda Memperoleh Penghasilan

1 Ramadhan 1428H


Assalamu'alaikum wr.wb.

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa" Al-Baqarah; 2-183

Menyambut bulan Ramadhan 1428H, bulan yang penuh Rahmat dan Magfirah, mari kita bersihkan pikiran, sucikan hati, ikhlaskan perasaan.

Kami dari WSyakinah.com dan keluarga mengucapkan:


SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1428H

Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah swt, dan kita dijadikan sebagai orang-orang yang bertaqwa.

Wassalam,
Syamsul
WSyakinah.com
WSyakinah.blogspot.com

Beda Orang Kaya Dan Kaya Raya


Beda Orang Kaya dengan Orang Kaya Raya

Setiap orang mempunyai penghasilan, apakah itu penghasilan dari investasi, bisnis, pekerja profesi, guru, bertani, pemulung atau sebagai pengemis, dll. Tingkat penghasilan dari setiap orang akan berbeda, tergantung darimana dan bagaimana dia bisa mendapatkan penghasilan. Dari tingkat penghasilan yang diperoleh, maka dapat ditentukan tingkat kekayaan, sesuai dengan hasil yang dicapainya.

Tingkat kekayaan seseorang bukan ditentukan oleh berapa banyak uang yang dia punya, tapi berapa lama uang tersebut bisa menghidupinya jika dia tidak bekerja.

Sebagai contoh; jika anda mempunyai tabungan 10 juta, kemudian pengeluaran anda setiap bulannya 2,5 juta, maka kekayaan anda hanya bisa bertahan selama 4 bulan.

Dari defenisi tersebut di atas, maka tingkat kekayaan akan dibagi dalam 3 kategori:

Orang Miskin.
Orang miskin adalah orang yang dalam kesehariannya bekerja dan berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya. Mereka bekerja keras untuk mencukupi kehidupannya. Mereka menghabiskan sebagian besar waktu hanya untuk bekerja, terkadang, bahkan sering harus bekerja melebihi waktu yang disediakan.

Penghasilan yang mereka peroleh setiap bulannya, hanya cukup untuk kebutuhan mereka setiap bulannya. Jika mereka mempunyai kelebihan penghasilan, itupun hanya mencukupi untuk beberapa hari atau beberapa bulan.

Dalam bukunya Robert T.Kiyosaki yang fenomenal; The Cashflow Quadrant, disebutkan bahwa orang yang berada di posisi ini mempunyai penghasilan 80% dari gaji sebagai karyawan atau Selft-Employee. Sedangkan yang 20% berasal dari investasi.

Kalau dibuatkan diagram sbb:

Pekerjaan --> Penghasilan --> Asset

Orang Kaya.
Orang kaya biasanya adalah mereka mempunyai penghasilan dari bisnis yang mereka jalankan. Dalam buku The Cashflow Quadrant disebutkan, bahwa orang-orang yang berada diposisi ini adalah mereka yang telah mempunyai sistem dalam pengelolaan bisnisnya, sehingga dalam kesehariannya, mereka hanya memerlukan waktu yang sedikit untuk mengurusi bisnisnya, mereka lebih banyak waktu untuk memikirkan peluang-peluang baru diluar bisnis yang mereka jalankan.

Orang-orang yang berada diposisi ini mempunya penghasilan 70% dari bisnisnya, dan 30% dari gajinya sebagai karyawan. Biasanya mereka ini bekerja untuk perusahaannya sendiri.

Kalau dibuatkan diagram:

Bisnis --> Penghasilan --> Asset

Orang Kaya Raya.
Orang Kaya Raya, adalah mereka yang sudah mempunyai kecukupan finansial, sekalipun mereka tidak bekerja. Mereka mempunyai asset yang produktif untuk menghasilkan. Mereka memiliki uang yang bekerja untuk untuk mereka, dan penghasilan yang mereka peroleh lebih besar dari kebutuhan mereka setiap bulannya.

Diagram untuk orang kaya raya:

Asset --> Penghasilan --> Asset

Dari ketiga kategori di atas, Anda termasuk golongan mana?

Do'a, Usaha, Nasib dan Takdir




Do'a, Usaha, Nasib dan Takdir

Dalam surat An-Najm ayat 39-40, disebutkan "Dan bahwasanya, seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya, usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya)."

Sebenarnya jerih payah yang telah kita usahakan, akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang kita usahakan. Orang yang mengusahakan kehidupan dunia, maka dia akan mendapatkan dunianya. Orang yang mengusahakan materi kehidupan, dia juga akan mendapatkannya.

Allah swt. tidak membedakan kepada siapa itu akan diberikan, apakah dia orang yang beriman atau bukan, orang baik atau tidak, pejahat sekalipun, akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diusahakannya.

Hasil akhir yang akan didapatkan dari apa yang telah diusahakannya, bukan pencapaian akhir yang diusahakannya, tapi proses dia untuk mencapainya dan untuk apa dia pergunakan. Itulah yang akan dinilai oleh Allah swt.

Dalam setiap do'a yang dipanjatkan oleh manusia, apakah dia itu beriman atau tidak, akan TERDENGAR oleh Allah swt, dan Allah Yang Maha Pemberi akan memutuskan apakah DIA akan mengabulkan atau tidak. Itulah yang disebut dengan nasib atau takdir.

Permasalahannya, kita sering berdo'a tapi belum terkabulkan oleh Allah swt. Ini dikarenakan do'a kita belum TERDENGER DENGAN BAIK. Satu waktu kita berdo'a dengan ketulusan hati, tapi dilain waktu, kita "berdo'a" dengan do'a yang bertentangan dengan apa yang kita panjatkan waktu berdo'a sebelumnya. Sekarang mana yang lebih "TERDENGAR" oleh Allah swt?

Sangat penting menyelaraskan perbuatan kita dengan do'a kita, karena setiap niat atau do'a akan dijawab oleh Allah swt secara langsung, tergantung kita bagaimana merespon jawaban tersebut untuk dapat ditindak lanjuti.

Dalam menggunakan niat atau impian, juga berlaku hal yang sama, karena apa yang kita pikirkan merupakan do'a yang belum terlafalkan, tapi oleh Allah Yang Maha Mendengar langsung memberikan jawaban atas apa yang dipikirkannya.

Untuk Mencapai Impian, kita kita perlu melakukan tahapan-tahapan dalam pencapaiaannya. Tapi perlu diingatkan, yang akan dinilai oleh Allah swt, bukan apa yang telah kita hasilkan, tapi bagaimana proses itu berlalu, apakah sesuai dengan hukum Allah atau tidak, dan dikemanakan hasilnya?

Wassalam,
Syamsul
WSyakinah.com
WSyakinah.blogspot.com

Dunia Bahagia, Akhirat Surga

Dunia Bahagia, Akhirat Surga on WSyakinah




Buku "BAHAN RENUNGAN KALBU" ini merupakan penghantar merenung atau tafakur bagi orang yang ingin memfungsikan akal dan kalbunya dalam upaya menggapai kebenaran yang hakiki.

Baca juga SENTUHAN KALBU

KUNJUNGI KAMI SEGERA!
Widget: