Konsultasi Bagi Perusahaan Anda



Konsultan Bagi Perusahaan Anda


Kebanyakan kita bekerja sebagai karyawan rata-rata. Karyawan rata-rata adalah mereka yang bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung-jawabnya. Mereka bekerja dengan hasil yang sesuai dengan apa yang telah digariskan perusahaan. Perusahaan menargetkan 5, maka dia akan diselesaikan 5. Perusahaan memberikan pekerjakan 10, maka dia kerjakan 10 pekerjaan. Semua pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik, sesuai dengan pencapaian target yang telah digariskan.


Ada sebagian kecil karyawan yang oleh James Gwee disebut sebagai Super Employee, yaitu orang-orang yang memberikan konstribusi lebih dari tanggung-jawabnya. Biasanya orang-orang ini penuh dengan ide-ide yang memberikan kemajuan bagi perusahaan. Mereka bisa memberikan solusi untuk perbagai permasalahan yang ada.


Biasanya kedua karyawan di atas mempunyai posisi tawar yang lebih rendah dari atasan atau pimpinan perusahaan.


Salah satu posisi yang pernah ditawarkan oleh MarioTeguh, adalah menjadikan kita sebagai konsultan bagi perusahaan tempat kita bekerja. Menjadi konsultan, bukan berarti kita berubah profesi sebagai konsultan, tapi bisa memposisikan diri kita sebagai orang yang dapat memberikan konsultasi bagi perusahaan untuk berbagai permasalahan.


Orang-orang yang telah memposisikan dirinya sebagai konsultan bagi perusahaannya, biasanya akan mempunyai power yang lebih dibandingkan dengan orang lain, bahkan atasannya sekalipun. Karena dengan posisinya sebagai konsultan bagi perusahaannya, dia bisa dipercaya untuk membuat keputusan-keputusan penting dalam perusahaan, bahkan bisa jadi itu merupakan wewenang pimpinan perusahaan.


Sekarang Anda ada dimana? Apakah Anda ada diantara tiga posisi di atas, atau Anda ada diluar itu?
Kalau Anda ada di luar itu, maka Anda perlu memikirkan kembali posisi Anda dengan baik, karena bisa jadi Anda bukanlah seorang pekerja yang baik.


Wassalam,
Syamsul
http://www.wsyakinah.com
http://wsyakinah.blogspot.com


Jangan Mau Menerima Uang Haram

Jangan Mau Menerima Uang Haram


Kalau kemarin saya menulis tentang "Jangan Mau Jadi Budak", maka kali ini saya menulis tentang Uang Haram yang banyak berkeliaran disekitar kita. Bahkan mungkin uang haram itu telah masuk kedalam tubuh kita, apakah itu dengan kesadaran kita atau memang kita sudah tidak sadar bahwa selama ini kita menggunakan uang haram untuk menghidupi keluarga dan anak-anak kita.

Seorang CEO salah satu perusahaan IT multinasional yang memegang jabatan regional country manager, mempunyai prinsip yang sudah tidak umum lagi untuk jaman sekarang ini. Selama karirnya sebagai karyawan, dan dia sudah mencanangkan dirinya sebagai karyawan, telah mengalami pahit manisnya dalam menjalankan tugas yang berhubungan dengan projek yang "basah".

Sudah merupakan hal yang umum berlaku bahwa bisnis itu akan jalan kalau ditambahkan dengan "tanda terima kasih" atau "tanda jasa" bagi yang memberikan orderan atau projek. Dengan karir yang dimulai dari bawah, dan posisi yang selalu berhubungan dengan hal di atas, tentu merupakan satu peluang untuk mendapatkan penghasilan "tambahan" dari projek-projek yang dia kelola.

Dengan prinsip yang dipegang, bahwa itu semua merupakan uang haram, yang bukan merupakan haknya, maka semua pemberian tersebut ditolak, sekalipun pemberian itu sangat menggiurkan.

Pernah satu kali karena telah berhasil meloloskan satu projek, oleh yang memberi projek, dia diberi imbalan yang sangat luar biasa. Karena luar biasanya, dia tidk bisa konsentrasi lagi untuk bekerja, dia harus mengambil cuti untuk memikirkannya, apakah pemberian ini mau diterima atau di tolak. Bayangkan uang sebesar hampir 100 kali gajinya pada saat itu. Tapi dengan prinsip yang telah ada padanya, akhirnya pemberian tersebut ditolak, dan dia tidak mendapatkan apa-apa dari situ kecuali gajinya sebagai karyawan.

Prinsip ini merupakan pegangan yang terus dipertahankan sampai sekarang ini, dengan posisi sebagai regional country manager, dan bahkan ini juga ditanamkan kepada bawahannya, bahwa dalam hidup diperlukan keberanian untuk bersikap jujur terhadap diri sendiri maupun dengan orang lain.

Dengan prinsip ini ternyata telah membawa satu keberkahan bagi dirinya dengan dipercaya untuk mejabat sebagai country manager lebih dari 3 periode yang sebelumnya tidak pernah terjadi.

Apakah Anda telah mempunyai prinsip ini atau Anda selama ini tekah menerima uang haram dari berbagai sumber?

Jangan Mau Jadi Budak


Jangan Mau Jadi Budak

"Sekali pemberian orang diterima, maka berikutnya kita akan menjadi budak orang tersebut"

Seorang pensiunan BUMN disalah satu pabrik pupuk yang semasa aktif bekerja sebagai projek manager pembangunan pabrik. Selama karirnya terkenal sebagai karyawan yang jujur yang tidak bisa disuap, ditawar atau dinego. Setiap projek yang ditangani akan dijalankan sesuai dengan "bestek" yang telah dirancang sebelumnya.

Sudah menjadi hal yang umum, dinegeri dengan seribu satu masalah, pekerjaan projek bisa "disesuaikan" dengan keinginan berbagai pihak untuk meloloskan kepentingan kalangan. Tapi lain dengan orang ini, selama karirnya tidak satupun projek yang berhasil di nego oleh kalangan lain untuk "penyesuaian".

Berbagai cara dilakukan orang untuk meloloskan "penawaran", tapi sekian banyak pendekatan yang dilakukan, sedemikian banyak pula yang ditolak. Mulai dari cara yang sopan, sampai dengan cara yang vulgar. Semua itu tidak berhasil merobohkan pertahanannya.

Pernah satu kali salah satu relasinya mengirimkan satu bingkisan untuknya dan dititipkan kepada sekretarisnya, tapi begitu disampaikan kepadanya, malah sang sekretaris disuruh mengantarkan kembali bingkisan tersebut kepada pemiliknya.

Dilain waktu, sang istri yang terlanjur menerima pemberian juga diperintahkannya untuk mengembalikan pemberian tersebut pada saat dia mengetahui pemberian tersebut.

Untuk jaman sekarang ini, tingkah orang ini dianggap "aneh" dan "menyimpang" dari kaidah umum dalam penanganan satu projek. Tapi ini sudah menjadi prinsip yang dipegang sampai dia pesiun sekitar 5 tahun yang lalu.

Setelah berlalu 5 tahun masa pensiun, tahun 2008 dia dikaryakan lagi oleh perusahaan tempatnya berkerja dulu untuk menangani projek pembangunan pabrik di Iran. Keberangkatannya menunggu situasi perkembangan politik Iran dengan USA.

"Hidup ber-akal, mati ber-iman" merupakan prinsip hidup keduanya.

Dalam karir kita sebagai karyawan atau pengusaha, apakah kita sudah menjalankan prinsip di atas? Atau kita malah sudah menjadi budak pihak lain?

Seberapa besar kekutan kita dalam memutuskan sesuatu? dan seberapa besar kemandirian kita dalam menjalankan satu pekerjaan. Apakah kita punya power terhadap diri kita? Atau kita malah sudah menjadi budak orang lain?

Wassalam,
Syamsul
http://www.wsyakinah.com/
http://wsyakinah.blogspot.com/

Bunga Teratai


Bunga Teratai

Anda tahu dan pernah lihat bunga teratai?

Itu bunga yang hidupnya di atas air yang tenang dan kotor, dimana banyak serangga dan sumber penyakit hidup. Daunnya yang besar terapung di atas air dan dijadikan tempat loncatan kodok.

Dengan kondisi yang sedemikian kotornya, orang akan menganggapnya sebagai yang tidak berharga dan kotor, yang tidak pantas untuk diraih karena demikian kotornya tempat ia hidup.

Tapi tahukah Anda, bunga teratai mempunyai bunga yang sangat indah dan bersih, bertolak belakang dengan lingkungannya yang kotor. Dia tampil dengan keindahan bunganya yang sangat menawan bagi yang melihatnya. Dia hidup dengan keindahan dan kebersihan yang demikian tanpa dipengaruhi oleh lingkungannya yang kotor. Betatapun kotornya tempat dia hidup, tapi keindahannya tetap terjaga dengan baik. Bahkan lingkungannya yang ingin merusak dirinya, bunga teratai tetap tumbuh dengan indahnya tanpa merusak lingkungannya.

Kehidupan kita juga ibaratkan bunga teratai, yang hidup di lingkungan yang terkadang dan bahkan tidak bersahabat dengan kita. Tidak jarang, alam sekitar memaksa kita untuk menerima dan menyesuaikan dengan lingkungannya.

Manusia dilahirkan sebagai makhluk dengan keindahan dan kesempurnaan yang akan membawa kebaikan bagi lingkungan dan alam sekitarnya. Keindahan manusia akan terlihat dari seberapa besar pengaruh lingkungan terhadap dirinya.

Banyak orang yang tidak menyadari, bahwa dirinya yang indah dipengaruhi oleh lingkungan yang menjadikannya tidak lagi indah dan bersahaja. Banyak orang yang tadinya merupakan panutan bagi orang lain, tapi menjadi parasit kemudian.

Seberapa besarkah Anda bisa bertahan di lingkungan Anda yang demikian kotornya. Apakah Anda akan membiarkan diri Anda kotor untuk bisa diterima oleh lingkungan Anda, atau Anda akan memeprlihatkan kepada lingkungan Anda bahwa Anda adalah orang yang bersahaja walaupun Anda berada dilingkungan yang kotor.

Jadilah Anda sebagai bunga teratai, walaupun Anda hidup di lingkungan yang kotor. Jadilah Anda yang anggun walaupun lignkungan ingin merusak Anda, dan jadikanlah Anda sebagai yang akan menentukan kualitas lingkungan Anda.

Wassalam,
Syamsul
http://www.wsyakinah.com/
http://wsyakinah.blogspot.com/

Rejeki Dari Tuhan


Rejeki Dari Tuhan


Kemarin di rumah saya ada pembantu yang dipanggil untuk bekerja untuk hari kemarin saja, karena selama ini kami memang tidak pernah punya pembantu. Saya memang tidak ketemu orangnya, tapi dari cerita yang saya dapatkan, sangat meng-inpirasi saya untuk menuliskannya.


Dia seorang perempuan, umur sekitar 24 tahun dan sudah punya anak 4 orang. Pendidikannya hanya sampai kelas empat SD, suaminya malah tidak sekolah dan tidak bisa tulis baca.


Suaminya bekerja sebagai tukang taman, untuk memotong rumput dijalanan, sedangkan dia sebagai pembantu rumah tangga dan kerjanya hanya siang hari saja, sore pulang.


Yang saya sangat kagum, orangnya sederhana, tidak neko-neko, dan mau bekerja, tidak pilih-pilih. Apakah ini hanay karena "pandangan pertama", wallau'alam. Tapi dari kesimpulan yang saya dapatkan sangat luar biasa.


Dengan keserdahaannya, orangnya sangat respek dengan lingkungan, dan suka memberikan pertolongan, padahal dia juga sebenarnya perlu "ditolong".


Dengan gaji yang hanya Rp. 800.000 sebulan ditambah Rp. 300.000 dari penghasilan suami, maka sangat "tidak" cukup untuk menghidupi 4 orang anak yang juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tapi dengan keserhanaannya, dia suka memberikan "sebagian" uang penghasilannya untuk orang yang dirasa memerlukan bantuan, dan dia tidak merasa itu akan mengurangi kebutuhannya setiap bulannya.


Satu hal yang sangat menarik dari setiap pemberian itu, ternyata dia mendapat kelimpahan rejeki yang tidak diduga dan bahkan melebihi dari pemberiannya.


Satu saat dia memberikan uang kepada orang, disore hari suaminya membawa uang yang melebihi dari biasanya. Dilain waktu dia membantu orang yang membutuhkan, tapi di saat yang hampir bersamaan dia mendapatkan pemberian dari orang yang tidak dia duga.


Pernah satu waktu dia membantu orang yang tersesat dan beberapa saat orang itu kembali mencari dia memberikan rejeki yang tidak dia perhitungkan sebelumnya.


Banyak orang yang telah membuktikan ini, bahwa pemberian yang dilakukan dengan keikhlasan, akan menghasilkan rejeki yang bahkan melebihi dari yang telah dikeluarkan.


Dulu ada seorang yang pernah menjadi orang kaya di Indonesia pada tahun 70-an dan orang ini satu kampung dengan saya. Kalau sedang di kampung, setiap pagi dia duduk diteras rumahnya sambil melihat orang yang berangkat ke pasar membawa barang dagangannya, apakah itu sayur mayur, kayu bakar dbs. Dan setiap pagi dia akan memanggil satu atau beberapa orang untuk mampir kerumahnya kalau mereka sudah pulang dari pasar. Setiap orang yang mampir ke rumahnya akan diberikannya uang dan bahkan tidak jarang modal untuk mereka.


Karena ini dilakukan setiap hari, maka ada yang bertanya; "Apakah uangnya tidak akan habis, kalau tiap hari dia memberikannya kepada orang lain?, tanpa ada keuntungan dari sana.". Maka jawabannya adalah; "Kalau saya memberi hari ini, maka besok saya akan mendapatkan rejeki berupa orderan yang keuntungannya melebihi dari apa yang saya berikan."


Kalau kita melihat janji Allah, bahwa Allah akan memberikan balasan yang melimpah kepada mereka yang telah men-sedekahkan rejekinya kepada orang lain.


Merupakan satu instropeksi bagi kita, kalau selama ini rejeki kita susah, atau kita mendapatkan rejeki, tapi tidak bisa bertahan lama, mungkin ini dikarenakan kita kurang dalam memberi kepada mereka yang membutuhkan. Karena sebagian rejeki yang kita miliki, ada sebagian merupakan hak fakir miskin.


Apakah kita rejeki kita sudah disisihkan untuk mereka?


Wassalam,
Syamsul
http://www.wsyakinah.com
http://wsyakinah.blogspot.com


Biasakan Dari Yang Kecil




Biasakan Dari Yang Kecil


Pada tulisan saya sebelumnya tentang Kepantasan Untuk Di Tiru dan Puncak Kehidupan Anda, maka kali ini saya ingin menulis tentang Biasakan Dari Yang Kecil, yang saya simpulkan dari kehadiran saya pada acara Mario Teguh Business Art yang disiarkan pada hari Kamis, 8 November yang lalu. Saya hadir sebagai audience bersama 9 orang Super Members lainnya.


Topik yang diangkat pada waktu itu adalah Copying To Greatness. Beberapa kutipan pointer sebagai berikut:


Satu hari bersama seorang guru yang anggun - lebih baik daripada seribu hari belajar sendiri.
Kelebihan orang lain adalah potensi kelebihan Anda, bila Anda tulus mempelajarinya.
Menirulah dengan tulus. Karena hanya dengan peniruan yang tak terhambat di hati - Anda akan lebih mudah mencapai kesetaraan dengan kualitas yang Anda harapkan itu.
Mario Teguh Super Talk, Copying To Greatness


Salah satu cara untuk berhasil adalah belajar dari kegagalan. Dengan kegagalan, kita tahu cara untuk bisa berhasil. Tidak ada orang yang berhasil kalau belum pernah gagal.


Persoalannya, kita tidak cukup waktu untuk belajar semua kegagalan. Maka cara yang terpendek untuk keberhasilan adalah belajar dari kegagalan orang lain.


Dalam meniru cara-cara yang terbukti telah berhasil, terkadang kita dihadapkan pada satu sisi, dimana kita merasa bukan diri kita, karena apa yang kita tiru tidak sesuai dengan kebiasaan kita sebelumnya. Ini menjadi pertanyaan saya pada sesi tanya jawab.


Untuk menjadikan kita bisa menerima yang bukan diri kita, adalah dengan membiasakan perilaku kita sesuai dengan yang kita tiru, dan itu bisa dilakukan kalau kita melakukan dari yang kecil dan sederhana. Kalau kita meniru yang kecil dan dilakukan se-sering mungkin, maka itu akan menjadi kebiasaan kita, dan kebiasaan yang dilakukan dengan konsisten akan menjadikannya sebagai pribadi kita.


Maka kalau kita ingin meniru satu pribadi yang terbukti baik dan berhasil, maka lakukanlah dari yang kecil dan sederhana dari yang Anda sukai dari pribadi tersebut.


Menirulah dengan tulus. Karena hanya dengan peniruan yang tak terhambat di hati - Anda akan lebih mudah mencapai kesetaraan dengan kualitas yang Anda harapkan itu.
Mario Teguh Super Talk, Copying To Greatness


Wassalam,
Syamsul
http://www.wsyakinah.com
http://wsyakinah.blogspot.com/
http://smslebaran.blogspot.com









Puncak Kehidupan Anda


Puncak Kehidupan Anda


Semoga tulisan ini menjumpai Anda semua dalam menyongsong keberhasilan dari rencana yang akan membahagiakan Anda semua.






Seberapa bernilaikah Anda pada puncak kehidupan Anda?
Seberapa pentingkah Anda dipuncak karir Anda, bagi orang lain?
Mario Teguh Business Art, Wise Card.


Kalimat di atas diberikan Pak Mario diacara MTBA pada hari Kamis yang lalu. Kalimat ini membawa saya pada satu masa yang membuat saya harus memikirkan kembali tentang nilai yang akan saya capai pada puncak kehidupan dan karir saya.


Apa yang saya bayangkan pada saat itu? Sekarang saya minta Anda untuk membayangkan apa yang telah saya bayangkan.


Saya minta Anda untuk duduk sejenak di kursi yang Anda duduki sekarang ini dengan perasan yang rileks. Pejamkanlah mata Anda, dan coba Anda membayangkan pada satu masa, dimana orang-orang sedang berkumpul di pemakaman dalam rangka pemakanan seseorang. Dari sekian banyak orang yang hadir dan sekian orang yang memberikan sambutan, mulai dari kerabat dekat, sampai kerabat jauh.


Sekarang coba Anda bayangkan kalau yang dimakamkan itu adalah Anda sendiri. Siapakah yang hadir dalam pemakaman tersebut. Bagaimanakah sambutan yang akan diberikan handai taulan dan kerabat Anda. Apakah yang diperbincangkan orang tentang diri Anda.


Apakah Anda sudah mempersiapkan semua itu?


Saya percaya bahwa Anda semua adalah orang baik, yang sedang mempersiapkan diri untuk lebih baik, lebih berguna dan bernilai bagi orang lain.


Dia salah mengerti. Perbaikan hidup hanya mungkin terjadi pada dia yang memperbaiki diri. Mario Teguh Super Talk, Copying Greatness


Wassalam,
Syamsul
http://www.wsyakinah.com/
http://wsyakinah.blogspot.com/



Kepantasan Untuk Di Tiru




Kepantasan Untuk Di Tiru




Semoga tuisan ini menjumpai Anda semua dalam kebersamaan yang sangat membahagiakan, dan menjadikan kita sebagai orang yang lebih baik dan berguna untuk orang lain.


Saya merasa sangat terhormat mendapat undangan untuk ikut sebagai peserta audience pada acara MTBA tadi malam di TV O-Channel. MTBA merupakan salah satu acara yang disiarkan setiap Kamis Malam jam 21:00 - 22:00, dan merupakan satu acara televisi yang sangat populer dan mendapatkan ranking terbaik saat ini. Satu pengalaman tersendiri buat saya untuk bisa di sorot oleh kamera televisi secara live. Walaupun pada awalnya saya ingin mendapatkan sorotan kamera yang lebih "dominan" dari Pak Mario, tapi itu terkalahkan oleh fokus saya pada apa yang dibicarakan Pak Mario selama acara berlangsung, sehingga saya tidak tahu lagi apakah saya sudah disorot oleh kamera dengan baik atau tidak.


Terima kasih saya kepada Pak Mario, Ibu Lina, Pak Tekad Sukatno dan team MTSC yang memberikan kepercayaan kepada saya untuk bisa hadir.


Banyak poin-poin yang bisa saya ambil dari acara MTBA kemarin yang mengambil topik Copying To Greatness. Salah satu poin yang saya dapatkan adalah "Apakah Kita Dipantaskan Untuk Mengcopy Pribadi Seorang Yang Kuat"


Banyak orang yang merasa kecil, lemah, tidak berguna, sehingga tidak bisa memantaskan dirinya untuk bisa lebih baik dari apa yang ada pada dirinya sekarang. Seberapa banyak orang yang merasa tidak pantas berhasil, karena merasa dirinya tidak pantas untuk meniru pribadi-pribadi yang kuat, padahal keberhasilan orang yang kita tiru adalah salah satu jalan pintas buat kita untuk mencapai keberhasilan yang lebih cepat. Kenapa kita harus menolak kepantasan itu?


Setiap orang pantas dan dipantaskan untuk mengcopy pribadi apapun yang dia inginkan, tapi yang menjadi pertanyaannya "Apakah Pribadi Yang Ingin Kita Copy Mempunyai Kepantasan Untuk Di Tiru?"


Dan karena ada hukum kepantasan bagi segala sesuatu, maka ia yang memperbaiki dan akan menjadi pantas bagi kehidupan yang terperbaiki.
Meniru-lah, karena meniru adalah jalan terpendek untuk menjadikan diri Anda sama degan pribadi yang Anda kagumi.
(Mario Teguh Super Talk, Copying To Greatness)




Salam Super,
Syamsul
http:///www.wsyakinah.com
http://wsyakinah.blogspot.com/